Grujugan, Bondowoso, JatimUPdate.id, – Begitu kaki melangkah ke kawasan Pemandian Tasnan, hawa sejuk langsung menyapa.
Terletak di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Pemandian Tasnan bukan sekadar tempat berenang, melainkan sebuah ruang wisata yang menggabungkan kesegaran alam, sentuhan sejarah kolonial, dan aktivitas luar ruangan yang edukatif.
Dikelilingi pepohonan tinggi dan udara yang bersih, suara gemericik air dari mata air alami mengalir ke kolam utama. Airnya jernih, segar, dan tanpa bahan kimia. Bagi pengunjung yang mendamba ketenangan atau aktivitas menyatu dengan alam, Tasnan adalah jawabannya.
Dari Kolonial Hingga Kekinian
Pemandian Tasnan telah ada sejak zaman Belanda. Nuansa itu masih terasa dari desain bangunan yang dipertahankan dan suasana tenang yang memeluk kawasan. Menurut Hendra Yudho, bagian operasional manajemen, pelestarian sejarah adalah komitmen utama.
"Kami menjaga keaslian lingkungan, termasuk pepohonan ikonik seperti pohon buah kokap dan pohon buah ara yang diperkirakan usianya lebih dari satu abad. Airnya pun kami rawat agar tetap jernih dan alami," ujar Hendra, saat ditemui tim JatimUPdate.id, Sabtu (28/6/2025).
Fasilitas Lengkap, Air Langsung dari Gunung
Daya tarik utama Tasnan adalah kolam renangnya yang dialiri langsung dari sumber air alami di hutan Tasnan. Kolam dewasa memiliki variasi kedalaman mulai dari 90 hingga 250 cm, sementara kolam anak-anak antara 50 sampai 60 cm lengkap dengan seluncuran mini.
Tak hanya itu, tersedia gazebo rindang, spot foto alami, kantin makanan lokal, kamar mandi dan ganti, serta area terbuka untuk acara komunitas, reuni sekolah, atau kegiatan keluarga.
Wisata Plus Camping Seru
Tasnan juga menawarkan kawasan camping dengan harga sangat terjangkau. Untuk paket hemat, cukup Rp50 ribu per orang, sudah termasuk tenda, matras, dan minuman selamat datang. Paket lengkap Rp65 ribu per orang dilengkapi bahan masakan dan sleeping bed (maksimal 3 orang), sudah termasuk tenda, matras, dan minuman selamat datang.
"Konsep kami adalah wisata keluarga dan komunitas. Anak-anak bisa berenang, orang tua bisa piknik, komunitas bisa outbond atau retreat," tambah Hendra.
Event Rutin dan Ruang Edukasi
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Tasnan juga menjadi tuan rumah berbagai kegiatan tahunan, seperti lomba renang pelajar, perayaan HUT RI, pengenalan budaya Bondowoso, serta Festival Sadar Wisata.
Wisatawan Lokal hingga Mancanegara
Tak hanya warga sekitar, wisatawan dari luar kota hingga luar negeri pun berdatangan. Wisatawan asal Ceko, Tiongkok, dan Selandia Baru pernah mencicipi sejuknya air Tasnan dan memuji konsep wisatanya.
Iip, pengunjung asal Banten yang kini menjadi guru di SD Plus Al Ishlah Grujugan, menyebut air Tasnan sangat menyegarkan. "Airnya alami, tanpa bahan kimia. Saya langsung jatuh cinta," katanya.
Pengunjung asal Sumatra, Prengki dari Lubuk Linggau, juga mengaku senang dan kagum dengan keasrian tempat ini.
Antara Wisata dan Konservasi
Menariknya, air yang mengalir dari kolam tidak dibuang percuma. Justru dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Ini menjadikan Tasnan tak hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga bagian dari ekosistem dan konservasi air.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Ajak Warga Sadar Wisata
Hendra mengajak masyarakat Bondowoso untuk turut menjaga dan mempromosikan Pemandian Tasnan.
"Ini wisata milik kita. Jangan sampai rusak. Mari kita rawat, promosikan, dan banggakan. Tasnan bukan hanya milik Bondowoso, tapi bisa jadi ikon wisata Jawa Timur," pungkasnya.
Penutup
Dengan tiket masuk hanya Rp10 ribu per orang pada hari Senin hingga Sabtu, dan Rp12 ribu per orang saat Minggu dan hari libur atau tanggal merah, serta akses mudah hanya 20 menit dari pusat kota, Pemandian Tasnan pantas menjadi destinasi unggulan. Di sini, wisata bukan hanya soal bermain air, tetapi juga menyelami alam dan sejarah dalam satu kedalaman yang sama.
Catatan Redaksi
Tulisan ini juga sekaligus mengklarifikasi isu yang beredar bahwa wisata alam Tasnan telah tutup dan terbengkalai. Berdasarkan kunjungan langsung tim JatimUPdate.id, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Pemandian Tasnan masih eksis, aktif, dan terawat dengan baik oleh pengelola. (ries/yh)
Editor : Miftahul Rachman