Surabaya,JatimUPdate.id - Bayangkan berdiri di atas awan, di puncak Gunung Kelimutu di Flores, Indonesia. Udara tipis menyelimuti kulit, matahari terbit perlahan di ufuk timur, dan tepat di depan Anda terbentang tiga danau kawah yang warnanya tampak mustahil untuk dijelaskan dengan kata-kata. Satu berwarna biru kehijauan tua, satu lagi merah karat pekat, dan yang terakhir hijau kekuningan yang nyaris bercahaya. Inilah Danau Kelimutu keajaiban alam yang tidak hanya memesona mata, tetapi juga menggugah jiwa.
Namun, keindahan ini bukan hanya soal warna. Danau Kelimutu adalah sebuah misteri geologis dan mitos yang hidup, di mana ilmu pengetahuan dan legenda lokal saling bersilangan dalam tarian yang memikat.
Secara ilmiah, warna danau berubah-ubah karena komposisi kimia air dan interaksi dengan gas vulkanik dari dalam bumi faktor seperti kandungan mineral, suhu, dan aktivitas vulkanik bawah tanah bisa mengubah warna air dari waktu ke waktu. Tapi perubahan warna ini tidak pernah bisa diprediksi dengan pasti. Kadang-kadang, ketiga danau bahkan memiliki warna yang sama. Di lain waktu, perbedaannya mencolok seperti lukisan surealis.
Namun bagi masyarakat Flores, fenomena ini bukan sekadar reaksi kimia. Ketiga danau dipercaya sebagai tempat bersemayamnya roh orang mati:
Tiwu Ata Mbupu adalah tempat jiwa orang tua yang bijak.
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai menjadi tempat arwah muda-mudi yang penuh semangat.
Baca juga: Nataru, Komisi D DPRD Surabaya Minta Hiburan Wisata Libatkan Pegiat Sosial
Tiwu Ata Polo — danau paling gelap dan misterius — dihuni oleh roh-roh yang berbuat jahat semasa hidup.
Legenda ini menambahkan lapisan spiritual yang dalam pada lanskap yang sudah sangat dramatis. Perubahan warna dianggap sebagai cerminan suasana hati para roh, seolah alam sedang menyampaikan pesan yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang peka.
Danau Kelimutu bukan hanya destinasi wisata. Ia adalah cermin antara dunia manusia dan dunia roh, antara ilmu pengetahuan dan keyakinan, antara bumi yang aktif dan langit yang tenang. Di puncaknya, manusia diajak untuk tidak hanya melihat tetapi merasakan, merenung, dan bertanya.
Baca juga: Pemkot Borong Penghargaan ITMW 2025, Ajeng: Dorong Wisata Berdampak Kesejahteraan Warga
Mungkin di situlah letak daya tarik sejati Danau Kelimutu: bahwa ia tidak pernah menawarkan jawaban mutlak melainkan mengundang siapa pun yang datang untuk menemukan maknanya sendiri.
Sumber: Taman Nasional Kelimutu, Balai Taman Nasional Wilayah Nusa Tenggara Timur
Editor : Yuris. T. Hidayat