Yo Wis Ngenelah Urip Iki

jatimupdate.id

Catatan Mas AAS

SEBENTAR, ini bukan tentang judul lagu terbaru yang mau di buat oleh Cak Nan. Tapi judul tulisan di atas, adalah memang aku pilih. Dan itu berasal dari obrolan guyon maton parikeno saat bertemu kolega seharian tadi di UB.

Baca juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba

Tepat pukul 9 tadi aku sampai di rumah Rungkut. Sudah mandi sudah sowan menghadapNya. Dan sekarang duduk di kursi goyang tua sambil dengarkan lagu dari Jeng Vanny Fabiola menyanyikan lagu-lagu melayu. Dengar suaranya membikin aku ingat masa-masa saat dahulu pernah hidup di Pulau Sambu, Kuala Tungkal, Kepulauan Riau. Saat menjadi karyawan PT. Pulau Sambu Guntung (PSG).

Berkenaan dengan judul tulisan. Seperti yang disampaikan oleh Ki Ageng Suryo Mentaram urip iku mulur mungret kadang senang, kadang susah, hari ini laris jualannya, esok pagi boncos blas ora laku, periode sekarang dapat jabatan, periode lain dilengserkan, mau gimana lagi, protes?

"Bener urip yo ngono iku, kang AAS?" "Bener piye karepmu," kejarku kepada seorang yang menjadi teman berbicara habiskan waktu siang tadi! Jawab dan tanya yang seperti itu, menjadi pemantik obrolan yang berlangsung hampir tiga jam, yang tadi kami lakukan bersama sahabat lawas di UB Coffee. Kami pun akhirnya berani untuk membuka kotak pandora masing-masing. Bahwa posisi dan status itu pada hakekatnya tidak abadi, apa yang musti kudu ditakutkan!

Dari pengalaman masing-masing, lalu kita menemukan titik awal yang sama. Tentang sebuah topik yang kita anggap mampu membawa keselamatan di masa depan di dalam hidup ini: bukan kepintaran, bukan keterampilan. Pintar itu bisa dipelajari, dan apabila diulang-ulang materi yang dipelajari, maka seseorang itu bisa terampil. Namun perihal karakter itu berbeda. Kalau manusia itu wataknya pelit ya, susah kita berharap banyak soal kemauan dan kesadaran berkorban, punya dedikasi, bahkan berani ambil tanggung jawab untuk anak buahnya, nanti dulu. Begitu juga untuk karakter yang sebaliknya.

Ya, mudah saja. "Jangan pilih pemimpin yang tangannya nekem, alias karakternya pelit," bisa statis tidak jalan itu sebuah organisasi!

Di dalam kepalanya pemimpin-pemimpin yang seperti itu. Ia tidak berani untuk melakukan tindakan besar bagi organisasi, takut rugi, takut tidak berhasil, dan takut dipecat oleh bos nya kalau gagal. Ini yang paling parah.

Ada juga karakter-karakter lain yang tadi sempat kita bahas. Yang berdampak bagi kemajuan organisasi. Diantaranya seorang pemimpin harus punya dedikasi mewujudkan tujuan organisasi. Meski ia harus berkawan dengan kompetitor tidak soal, atau berteman dengan faksi yang berbeda, kenapa tidak. Anda tidak akan jadi orang besar apabila cara Anda bermain hanya pada orang-orang yang suka dengan Anda saja. Mau jadi pemimpin jangan lakukan itu, bermain dan berteman dengan faksi yang lain, adalah untuk belajar. Dan didiklah anak buah kita untuk bermain sejauh-jauhnya, dan berteman sebanyak-banyaknya.

Baca juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan

"Awak mu, kok, tambah pinter, saiki, mas bro," kataku kepada seorang kawan!

"Lha, sing tak lakoni, sing ngono, iku, sing bener lan pener, mas AAS!"

Gerrr...dan kami pun tertawa bersama-sama akhirnya.

"Yo wis ngenelah urip iki, mas AAS!"

Baca juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi

"Sik-sik, tembungmu kok aku rodok cocok, balenono bro."

Dan kawan itu mengatakan lagi sambil pelan-pelan ia ulang perkataannya : yo wis ngenelah urip iki. Gagal coba lagi, kalah maju lagi. Jangan mundur!

Cerita kecil, ditulis sambil melek merem di kursi goyang yang berada di ruang tamu. Tapi setidaknya dengan tulisan ini, saya mengajak diri sendiri, untuk pertahankan karakter unggul kita masing-masing, tidak usah banyak-banyak. Anda itu dikenal oleh saudara, kawan, tetangga Anda, sebagai satu sosok macam apa? Itulah karakter Anda. Dan itulah masa depan kita.

Itulah hasil diskusi tadi siang bersama kolega di UB..

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru