Surabaya, JatimUpdate.id – Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai konflik internal yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan Surabaya tidak hanya memperlemah struktur internal partai, namun juga berpotensi membuka jalan bagi lawan politik, terutama Partai Gerindra.
Menurut Bimo, perseteruan yang melibatkan dua figur penting seperti Wawali Armuji dan Achmad Hidayat harus segera diselesaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) secara terbuka dan menyeluruh.
Baca juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”
"Karena itu saya melihat perlu adanya upaya serius dari DPP untuk mendudukkan Armuji dan Achmad Hidayat secara terbuka dan transparan," kata Bimo kepada JatimUpdate, Senin (21/7).
Ia menegaskan, penanganan konflik ini bukan hanya menyelamatkan citra partai di mata publik.
Namun, beber Bimo juga untuk memastikan arah kepemimpinan lokal tetap sejalan dengan akar rumput.
Baca juga: Bantah Bukan Karena Lalai, Bahtiyar Atribut Gerindra di Surabaya Dicopot Hari Ini
"Ini bukan semata soal menyematkan citra partai, tapi juga untuk memastikan bahwa kepimpinan lokal PDIP tetap sejalan dengan aspirasi akar rumput," ucapnya.
Bimo mengingatkan melemahnya soliditas internal PDIP Surabaya bisa dimanfaatkan oleh partai kompetitor.
Baca juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan
Ia menyebut Partai Gerindra dinilai menjadi pihak paling diuntungkan jika konflik tak kunjung ditangani secara serius.
"Karena jika tidak, maka peluang Gerindra yang kini tengah juga membangun basis di Jawa Timur akan semakin terbuka untuk menggusur dominasi PDIP di Surabaya, terutama dalam Pilkada ke depan dan kontestasi politik pasca 2025," demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat