Malang, JatimUPdate.id - Musim hujan sering membawa tantangan bagi banyak desa di Indonesia, termasuk Desa Mulyorejo Ngantang, Dusun Maron.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok
Untuk mengantisipasi risiko banjir dan menjaga kelestarian lingkungan, warga setempat bersama Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) kelompok 39 mengadakan kegiatan gotong royong membuat lubang biopori di sekitar pemukiman mereka, Senin (28/7/ 2025).
Sebanyak 13 orang, terdiri dari mahasiswa dan warga desa, turut aktif menggali lubang biopori yang berfungsi meningkatkan daya serap air tanah.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi genangan air, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan lain, yakni sebagai tempat pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan.
Lubang biopori merupakan solusi alami yang efektif untuk mempercepat resapan air ke dalam tanah, membantu mengurangi risiko banjir di musim hujan.
Baca juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
Selain itu, lubang ini berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah organik sehingga mengurangi limbah permukaan dan membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong di sekitar pemukiman warga Desa Mulyorejo Ngantang, Dusun Maron.
Mahasiswa PMT Unitri kelompok 39 menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut menjadi gerakan berkelanjutan yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Baca juga: Mahasiswa UNITRI Dorong Digitalisasi UMKM Talas Alam
“Kami ingin mengedukasi warga agar sadar akan pentingnya biopori sebagai solusi alami mengatasi genangan air,” ujar salah satu mahasiswa peserta PMT.
Kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa ini menunjukkan bagaimana langkah kecil seperti membuat lubang biopori dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan gerakan gotong royong dan edukasi berkelanjutan, Desa Mulyorejo Ngantang berharap dapat mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat