Arief Rosyid Soroti Sejarah Gelombang Log In Aktivis ke Partai Golkar

Reporter : Shofa
Roadshow DPP AMPI Menyongsong Aktivis Cipayung Log In Partai Golkar di DPD I Partai Golkar Jawa Tengah di Semarang, Minggu (3/8)

Semarang, JatimUPdate.id - Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Arief Rosyid Hasan, menilai bahwa gelombang “log in” aktivis ke Partai Golkar bukanlah fenomena baru yang sekadar bersifat seremonial, melainkan bagian dari tradisi panjang keterbukaan partai terhadap berbagai latar belakang dan pemikiran. Pandangan tersebut ia sampaikan dalam acara Silaturahmi dan Roadshow DPP AMPI Menjemput Aktivis Log In ke DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Sabtu (2/8/2025).

Menurut Arief, Jawa Tengah menjadi daerah yang memiliki rekam jejak penting dalam sejarah keterbukaan Golkar terhadap kelompok aktivis. Ia menyebut, sejak awal berdirinya sebagai golongan fungsional, Golkar sudah mengusung prinsip merangkul semua golongan tanpa membedakan asal-usul maupun afiliasi organisasi.

Baca juga: Golkar Surabaya Buka Rumah Aspirasi, Adies Kadir: Ini Bukti Partai Hadir untuk Rakyat

“Kekuatan Golkar justru ada pada heterogenitas. Semua kelompok punya ruang, semua punya kesempatan berkontribusi,” ujarnya.

Arief mengingatkan bahwa peristiwa log in aktivis pernah terjadi secara besar-besaran pada 2004, ketika sejumlah tokoh pergerakan mahasiswa dan organisasi kepemudaan masuk ke Partai Golkar. Kala itu, media nasional ramai memberitakan gelombang masuknya aktivis tersebut, yang antara lain melibatkan figur-figur dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa ekstra kampus, dan jaringan pemuda nasional.

“Dua puluh tahun lalu, migrasi aktivis ini menjadi headline dan memberi dampak positif terhadap posisi Golkar di panggung politik nasional,” kenangnya.

Baginya, sejarah ini bukan hanya catatan masa lalu, tetapi pelajaran yang relevan untuk membangun kembali daya tarik Golkar di kalangan generasi muda. Ia menilai momen log in aktivis di 2025 ini dapat menjadi pengulang sejarah, sekaligus momentum memperkuat basis suara partai menjelang agenda politik mendatang.

“Tradisi log in ini membuktikan Golkar punya DNA keterbukaan. Tidak ada tokoh sentral tunggal, semua kader bisa tampil dan berkembang,” tegas Arief.

Dalam sambutannya, Arief juga menegaskan pentingnya dukungan dari kader senior untuk menyukseskan proses integrasi aktivis baru. Ia berharap para tokoh senior di Golkar Jawa Tengah dapat menerima para aktivis muda ini sebagai bagian dari keluarga besar partai.

Baca juga: Meneguhkan Kembali Doktrin Karya Kekaryaan

“Kami datang bukan untuk mengambil ruang, tapi untuk membesarkan rumah bersama ini,” ujarnya dengan nada penuh hormat.

Lebih jauh, Arief mengaitkan momentum log in ini dengan tantangan politik yang semakin kompetitif. Ia menilai kolaborasi lintas generasi akan menjadi kunci untuk menjaga relevansi Golkar di tengah perubahan perilaku pemilih, khususnya pemilih muda yang kini menjadi mayoritas.

“Generasi muda ini mandiri, mereka menentukan pilihan berdasarkan kedekatan emosional dan kesesuaian visi, bukan sekadar ikut pilihan keluarga,” paparnya.

Arief juga menyampaikan pengalamannya saat memimpin tim kampanye TKN Fanta pasangan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kemenangan Prabowo di Pilpres 2024 tidak lepas dari dukungan generasi muda yang menyumbang hingga 58 persen suara. Fakta ini, kata Arief, menjadi bukti bahwa kekuatan pemilih muda harus diakui dan dikelola dengan strategi yang tepat.

Baca juga: Peringati HUT ke-61, Partai Golkar Sergai Gelar Donor Darah dan Santunan Anak Yatim

“Jika Golkar ingin menjadi partai pemenang, maka kuncinya adalah bagaimana kita mengelola energi muda ini. Aktivis log in adalah salah satu pintu masuknya,” ujarnya menegaskan.

Ia menutup sambutannya dengan pesan bahwa log in aktivis ke Golkar bukan sekadar tren atau formalitas politik, tetapi sebuah strategi jangka panjang yang telah terbukti secara historis membawa energi baru ke dalam partai.

“Tradisi ini harus terus hidup, karena inilah simbol keterbukaan, kekuatan, dan dinamika Golkar sebagai partai besar,” pungkasnya (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru