Wisuda Udayana: Shinta Rella Raih Lulusan Terbaik, Sang Ayah Feri Is Mirza Sampaikan Pesan Haru

Reporter : M Aris Effendi
Jurnalis senior Ferry Iz Mirza didampingi buahh hatinya Shinta Rella Annisa, yang lulus menjadi wisudawan terbaik Prodi HI, Fisip, Universitas Udayana didampingi ibunda tercinta Siti Nur Indah. (Foto Ferry Is Mirza for JatimUPdate.id)

 

Denpasar, JatimUPdate.id, – Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Udayana, Kamis (21/8/2025), dipenuhi suasana haru dan bahagia.

Baca juga: Langkah Sunyi Akhmad Munir: Dari Rock n’ Roll ke Jenderal Wartawan

Ratusan orang tua mendampingi putra-putri mereka yang resmi menyandang gelar sarjana.

Di antara momen bersejarah itu, terselip kisah menggetarkan hati dari seorang jurnalis senior sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ferry Is Mirza.

Bang Ferry atau Mas Fim begitu kalangan jurnalis di Jawa Timur memanggilnya ternyata hadir mendampingi putri bungsunya, Shinta Rella Annisa, yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Hubungan Internasional Fisip Udayana dengan IPK hampir sempurna, 3,97 summa cumlaude.

Sebagai perwakilan wali wisudawan, Bang Ferry tampil di podium dengan pidato yang penuh emosi dan pesan mendalam, beliau mewakili wali wisuda lainnya.

Mas Fim membuka sambutannya dengan pantun jenaka yang memecah tawa hadirin, sebelum akhirnya memperkenalkan dirinya dan sang istri, Siti Nur Indah, sebagai orang tua dari Shinta.

“Puji syukur, setelah perjalanan panjang penuh tantangan, akhirnya ananda Shinta bisa berada di momen ini,” ujar Mas Fim dengan suara bergetar.

Tak sekadar sambutan seremonial, pidato Bang Ferry sarat makna kehidupan. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik hanyalah sebagian dari perjalanan, sementara nilai dan kebijaksanaan harus menjadi cahaya bagi para wisudawan.

Baca juga: Kasasi Manajemen Ditolak, MA Hukum CNN Indonesia Bayar Setengah Miliar Rupiah ke Pekerja

“Dunia menanti bukan hanya pemimpin, tapi juga pembawa makna,” tegasnya.

Mas Fim sempat berseloroh, membandingkan IPK semasa kuliahnya di jurusan yang sama.

“Kalau dulu saya di Fisip HI, IPK saya cuma 2,9. Tapi yang penting ijazahnya asli, asli, asli,” ujarnya, disambut gelak tawa para sahabatnya.

Namun di balik gurauan itu, tersimpan rasa bangga seorang ayah yang pernah berjuang di bangku kuliah, kini menyaksikan anaknya melanjutkan estafet dengan prestasi gemilang.

Baca juga: Akhmad Munir : Dilema Industri Pers Saat Ini Seperti Kiasan Di Benci Tapi Dirindukan

Pidato Bang Ferry ditutup dengan pantun penuh pesan moral:
“Langkah kalian baru saja bermula,
Bawalah nilai, akal, dan nurani sebagai cahaya.”

Momen semakin haru ketika nama Shinta dipanggil. Bang Ferry berdiri paling cepat memberi tepuk tangan, matanya berkaca-kaca melihat putrinya menerima ijazah.

“Setiap peristiwa tak pernah bertanya tentang luka, ia hanya ingin tahu bagaimana seseorang sukses!” ucap Bang Ferry lirih, sebuah kalimat yang diyakini akan selalu diingat sang putri.

Wisuda kali ini bukan hanya penanda pencapaian akademik, tetapi juga saksi perjalanan panjang cinta seorang ayah kepada anaknya, sebuah cerita yang akan melekat di hati keluarga Ferry Is Mirza. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru