Tahanan Lapas Kediri Diduga Disiksa Sesama Napi

Reporter : Umamul Hoir
Kuasa hukum korban, Muhammad Ridwan, menyebut kondisi psikologis kliennya terguncang. “Korban tidak berani makan karena masih terbayang-bayang disuruh makan cacing dan staples,” ujarnya saat jumpa pers di Kediri, Sabtu (30/8).

 

Kediri, JatimUPdate.id -  Seorang tahanan berinisial AP (19) di Lapas Kelas IIA Kediri diduga mengalami kekerasan brutal oleh dua narapidana lain.

Baca juga: Kasus Lahan Tol Bandara Dhoho Kediri Tetap Diproses, Jaksa Tegaskan Masuk Pidana Umum

Korban disebut menjadi sasaran sodomi, penganiayaan, hingga dipaksa menelan benda asing.

Peristiwa ini terungkap setelah AP jatuh sakit parah dan dilarikan ke rumah sakit karena tidak bisa buang air besar.

Kuasa hukum korban, Muhammad Ridwan, menyebut kondisi psikologis kliennya terguncang.

“Korban tidak berani makan karena masih terbayang-bayang disuruh makan cacing dan staples,” ujarnya di Kediri, Sabtu (30/8).

Ia menambahkan, korban kini mengalami depresi berat dan masih merasakan sakit akibat benda berbahaya yang dipaksa masuk ke tubuhnya.

Ridwan memastikan pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke Polres Kediri Kota.

Meski demikian, Ridwan mengapresiasi langkah cepat pihak Lapas Kediri yang langsung mengisolasi pelaku setelah kasus ini terungkap.

“Kami berharap kasus ini mendapat perhatian serius agar tidak ada lagi kekerasan di dalam lapas, terutama terhadap tahanan anak,” katanya.

Baca juga: Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Nenek 72 Tahun Ditunda

Ridwan juga menyinggung soal kondisi pengawasan di dalam Lapas.

“Pihak lapas sudah ada manajemennya, namun yang saya tahu kondisinya overload,” ujarnya menegaskan.

Kuasa hukum lainnya, M. Rofian, menyebut korban disiksa secara sadis oleh dua narapidana bernama Adam dan Remon.

Adam merupakan terpidana kasus pembakaran rumah dengan vonis satu tahun enam bulan.

“Klien kami disodomi oleh Remon, lalu dianiaya bersama Adam. Lebih parah lagi, korban dipaksa memakan benda-benda tidak manusiawi seperti cacing dan staples,” kata Rofian.

Baca juga: Persik Kediri Siap Tempur Lawan Persib, Reina Sesalkan Stadion Tak Bisa Penuh

AP diketahui tengah menjalani persidangan kasus kekerasan seksual.

Ia jatuh sakit pada Rabu (27/8) sore dengan kondisi perut sakit dan tidak bisa buang air besar.

Tim medis menduga terdapat benda asing yang masuk ke tubuh korban.

Rofian menegaskan pihaknya akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum dan meminta visum dari rumah sakit sebagai bukti. “Ini harus disikapi dengan tegas,” katanya.

Sementara pihak Lapas Kediri memastikan telah mengambil tindakan dengan memisahkan dua narapidana pelaku dari tahanan lain. (mam/yh)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru