Trengganu, Malaysia, JatimUPdate.id - Dua dosen dari MSP, FPIK, UB, Indonesia, yakni Prof. Uun Yanuhar, S.Pi., M.Si dan Lutfi Ni’matus Salamah, S.Pi., M.Eng, bersama mitra dari University Malaysia Trengganu (UMT), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (PkM-I) di kawasan pesisir Beting Lintang, Terengganu, Malaysia pada 19–21 Agustus 2025.
Program Dosen Berkarya yang dijalankan ini berfokus pada edukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem, khususnya dalam pengelolaan sumber daya kepiting.
Baca juga: Epistemologi Pulang dan Akar yang Menghidupi
Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah mengajak warga mengoreksi hasil tangkapan kepiting, terutama betina yang sedang membawa banyak telur.
Kepiting betina tersebut tidak langsung dikonsumsi, melainkan dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari upaya konservasi bersama.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya sangat penting. Dengan melepas atau membudidayakan kepiting bertelur, kita ikut menjamin populasi tetap lestari,” ujar Prof. Uun Yanuhar, S.Pi., M.Si.
Baca juga: Syahda Guruh Langkah Samudera, Inspirasi Alumni UB Menjaga Marwah Bangsa
Kolaborasi lintas universitas ini tidak hanya berhenti pada kegiatan di lapangan.
Dosen UB dan UMT juga menyepakati tindak lanjut berupa penulisan artikel ilmiah bersama, yang akan dipublikasikan di jurnal internasional.
Paper tersebut akan mendokumentasikan proses pendampingan, hasil nyata di masyarakat, serta kontribusi kedua universitas dalam menjaga ekosistem pesisir.
Baca juga: RSUB Resmikan Pusat Penyakit Infeksi Melalui Program Global Gateway
Lutfi Ni’matus Salamah, S.Pi., M.Eng, menambahkan, kegiatan ini membuktikan bahwa kerjasama perguruan tinggi lintas negara mampu memberi dampak langsung bagi Masyarakat internasional, sekaligus memperkuat jejaring akademik melalui penelitian dan publikasi bersama.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat pesisir kini semakin sadar bahwa menjaga ekosistem bukan sekadar tanggung jawab pemerintah atau akademisi, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari demi keberlanjutan generasi mendatang. (rilis/fiq/mmt)
Editor : Miftahul Rachman