Analisis Lirik "Negri Ngeri" Marjinal Gambarkan Negeri Kaya Raya yang Dipenuhi Derita

Reporter : Ibrahim
Tangkapan layar video klip Marjinal Negri Ngeri

Surabaya, JatimUPdate.id – Lagu “Negri Ngeri” karya grup punk Marjinal menyuguhkan potret getir bangsa. Liriknya lugas, penuh amarah, sekaligus menjadi suara perlawanan dari jalanan. 

Bukan cuma musik, tetapi kritik sosial yang menyoroti timpangnya kekayaan alam dengan penderitaan rakyat.

Baca juga: Analisis Lirik “Tangguh” Kobe: Semangat Perlawanan dari Jiwa yang Tak Mau Tumbang

Diksi yang digunakan sederhana, tetapi tajam. Kata pengangguran, kemiskinan, tergusur, teraniaya menggambarkan langsung realitas hidup rakyat kecil. 

Imaji yang lahir pun sangat kuat, sawah-ladang yang luas, bocah kecil yang merintih di jalanan, pedagang kaki lima yang tergusur, hingga buruh yang terus dipaksa bertahan dalam penderitaan.

Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III

Secara gaya bahasa, Marjinal memanfaatkan ironi dan repetisi. Ironi muncul saat negeri yang digambarkan subur justru penuh derita. 

Repetisi pada bait “pengangguran merebak luas, kemiskinan merajalela” menguatkan pesan yang ingin disampaikan. Bahkan, seruan “oi, oi, oi” khas punk mempertegas energi perlawanan.

Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II 

Tema besar lagu ini ketidakadilan sosial dan kerakusan penguasa. Marjinal menegaskan, negeri yang kaya sumber daya alam hanya menyisakan darah dan air mata bagi rakyatnya. 

Rasa yang dipancarkan jelas, amarah, frustrasi, dan semangat untuk melawan penindasan.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru