Imam Wihdan Zarkasyi Serap Aspirasi Pemuda Lewat Sarasehan Karang Taruna Mojoroto

Reporter : Umamul Hoir
Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, memilih sarasehan sebagai sarana utama menyerap aspirasi warga.

 

Kota Kediri, JatimUPdate.id– Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, memilih sarasehan sebagai sarana utama menyerap aspirasi warga.

Baca juga: Golkar Fasilitasi 2.120 Pelajar Bondowoso Terima Beasiswa PIP, Perkuat Program Pendidikan Daerah

Menurutnya, forum tatap muka jauh lebih efektif ketimbang rapat formal di gedung dewan.

“Dengan sarasehan seperti ini, saya bisa langsung mendengar keluhan dan kebutuhan masyarakat tanpa sekat,” ujar politisi yang akrab disapa Pak Lek Imam saat menghadiri kegiatan sarasehan di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Acara tersebut juga dihadiri sekitar 100 anggota karang taruna, Senin (29/09/2025).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri sekaligus anggota Komisi A itu menegaskan komitmennya memperjuangkan pelayanan publik dan transparansi pemerintahan.

“Banyak warga masih mengeluhkan akses layanan administrasi. Itu yang harus kita benahi,” kata dia.

Pak Lek Imam hadir dengan gaya santai dan berpakaian sederhana. Ia menegaskan penampilannya bukan strategi politik, melainkan karakter pribadi.

“Sejak awal saya ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar pejabat,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Lahan Tol Bandara Dhoho Kediri Tetap Diproses, Jaksa Tegaskan Masuk Pidana Umum

Dalam pandangannya, modernisasi Kota Kediri harus berpihak pada masyarakat kecil.

“Modernisasi jangan sampai membuat warga kecil tersisih. Kuncinya ada pada pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkapnya.

Pak Lek Imam juga menyinggung peran anak muda dalam politik. Ia mengajak generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton.

“Kalau anak muda hanya jadi penonton, politik akan jauh dari kepentingan mereka. Harus berani terlibat,” katanya.

Baca juga: Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Nenek 72 Tahun Ditunda

Di akhir sarasehan, Imam menyampaikan harapannya untuk meninggalkan jejak politik yang bermanfaat.

“Saya ingin dikenang sebagai wakil rakyat yang benar-benar mendengar dan bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi datang dari anggota Karang Taruna Tunas Bangsa, Kelurahan Campurjo Dody Setiawan. Ia menilai kehadiran Imam menunjukkan kualitas seorang wakil rakyat yang merakyat.

“Pak Imam tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga hadir dengan hati. Beliau mau mendengar langsung keluhan kami, sesuatu yang jarang dilakukan pejabat. Bagi kami, ini bukti kepedulian sekaligus teladan bagaimana wakil rakyat seharusnya bersikap,” kata Dody.(mam/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru