Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ikut turun tangan membantu Pemkot Surabaya dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik kota.
“Harus ikut cawe-cawe, karena posisi Kantor Gubernur Jatim juga ada di pusat kota Surabaya. Wong pemerintah pusat saja bantu,” kata Buchori, Minggu (26/10).
Baca juga: LKPJ Wali Kota 2025, DPRD Soroti Ketahanan Pangan hingga Sampah
Kendati APBD Kota Surabaya tergolong besar mencapai Rp12 triliun dengan realisasi sekitar Rp10 triliun di tahun 2025, persoalan banjir tidak mungkin bisa ditangani hanya mengandalkan anggaran daerah.
“Hanya bagaimanapun, kalau semuanya bergantung pada APBD, ya tidak akan teratasi. Pemerintah kota harus ajukan proposal ke pusat agar dana APBN bisa turun, termasuk juga dari provinsi,” papar Buchori.
Buchori juga mengungkapkan, tahun depan pembangunan Flyover Bundaran Dolog Ahmad Yani akan mulai dikerjakan.
Baca juga: Komisi D Usul Skema Khusus SPMB, Wilayah Padat Penduduk Minim SMP Negeri
Maka dari itu ia berharap Pemprov Jatim turut berperan dalam proyek normalisasi sungai berskala besar melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
“Normalisasi sungai besar itu seharusnya bisa dibantu Pemprov Jatim lewat BBWS Brantas. Jadi Surabaya tidak sendirian menghadapi masalah banjir,” ujarnya.
Baca juga: Penataan Pasar Unggas, Pedagang: Ruang Penataan Banyak, Tak Harus Jauh dari Basis PasarĀ
Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi akan sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Surabaya.
“Kalau dari pusat kita dapat tambahan Rp1 triliun saja sudah lumayan, itu baru dari APBN, belum dari provinsi. Hal ini juga sudah kami komunikasikan dengan Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rauf,” demikian Buchori Imron. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat