Surabaya,JatimUPdate.id – Lagu Tangguh karya band Kobe yang dirilis pada 2021 menjadi gambaran kuat tentang daya juang dan keteguhan hati manusia menghadapi tekanan hidup.
Dengan bahasa campuran Indonesia dan Jawa, Kobe menyuarakan semangat perlawanan yang jujur, tanpa kepura-puraan dan tanpa banyak basa-basi.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III
Lirik seperti “kamu bisa lumpuhkan ku tapi tidak bisa meruntuhkan ku,” atau “kamu bisa patahkan ku tapi tidak bisa hancurkan mimpiku,” menunjukkan karakter yang tegar dan tak mudah menyerah.
Di sini Kobe menegaskan kekuatan sejati bukan soal otot atau kekuasaan, melainkan keyakinan untuk tetap berdiri "ngadeg" di tengah gempuran.
Pengulangan kata ngadeg dan frasa jalan mergo muter jo sampe kebelinger menghadirkan citra lokal yang khas.
Bahasa Jawa yang disisipkan bukan hanya pemanis, tapi mempertegas identitas ketangguhan itu tumbuh dari tanah sendiri, dari keseharian yang keras namun jujur.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II
Dari sisi musikalitas dan diksi, lagu ini lugas dan enerjik. Rima internal seperti “kamu bisa rebut senyumku tapi tak akan bisa bunuh semangatku” menciptakan ritme cepat yang menguatkan pesan utama perlawanan.
Tipografi pengulangan kata dan struktur lirik yang menegaskan aku pasti akan menang menjadikan lagu ini bukan hanya musik namun deklarasi.
Tema besar Tangguh tak hanya soal melawan orang lain, tetapi juga melawan kelemahan diri.
Baca juga: Api di Bahu Kiri (Reuni di Tengah Bayangan Luka)
Kobe seolah ingin menyampaikan, dalam dunia yang kian gila, bertahan dan tetap berdiri adalah bentuk kemenangan tertinggi.
Dengan gaya khasnya yang keras tapi jujur, Tangguh menjadi semacam manifesto kecil, kalah bukan saat jatuh, tapi ketika berhenti bangkit.
Editor : Yuris. T. Hidayat