Penelusuran Sejarah, Jejak RM. Margono terkait Koperasi Sinar Tani di Desa Sukorejo, Kab. Jember.

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Tim Penelusuran Jejak Sejarah RM Margono atas keberadaan Koperasi Sinar Tani di desa Sukorejo dan Desa Sukosari, Kec. Sukowono, Kab. Jember. (Foto kanan). Dua lembar halaman buku 10 Tahun Koperasi dan insert Aminah, saksi sejarah.

Jember, JatimUpdate.id -  Koperasi Sinar Tani, yang dikenal sebagai salah satu koperasi besar di Desa Sukorejo-Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, mengungkapkan jejak sejarahnya yang mengagumkan.

Jejak Koperasi Sinar Tani tersebut secara khusus diabadikan dalam Buku 10 Tahun (1930-1940) Penerangan Koperasi karya RM Margono Djojohadikusumo pada halaman 46-48, terbitan PT Balai Pustaka, 1941.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih: Kebangkitan Ekonomi Desa Modern

Koperasi Sinar Tani era itu selain beroperasi di wilayah Jember juga berkegiatan di Bondowoso. Di Jember, khususnya di Desa Sukorejo, dengan empat foto berada di kawasan Stasiun Sukosari yang diabadikan oleh RM Margono (Kakek Presiden Prabowo Subianto) itu telah melakukan ekspor hasil pertanian, khususnya kubis, ke Singapura pada kisaran 1930-1940.

Aktifitas usaha koperasi Sinar Tani itu mendapatkan sorotan dari Kadin Jatim, yang diwakili oleh Yuristiarso Hidayat dan Ken Bimo Sultoni, peneliti dari Sygma Research and Consulting, Miftahul Rachman, Budayawan Jember dan Koordinator TPP Kabupaten Jember, Dodik Merdiawan.

Penelusuran Sejarah

Kegiatan penelusuran dilakukan pada Minggu, (16/11/2025), yang menggandeng Kepala Desa Sukorejo, H. Rudianto, serta tim pendamping desa dari Kecamatan Sukowono, Totok Hadi, dan Tenaga Ahli Kabupaten Jember, Dapit Yusra Kusuma. 

Dalam penelusuran ini, mereka mencari bukti peninggalan sejarah dari kakek Presiden Prabowo Subianto, yang diketahui memiliki andil besar dalam perkembangan koperasi tersebut pada era kolonial belanda.

Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, H. Rudianto mengaku terkejut saat mengetahui bahwa desanya menyimpan sejarah gemilang koperasi yang pernah menjadi perhatian langsung dari keluarga Presiden Prabowo.

“Ini adalah penemuan yang sangat berharga bagi kami,” ujar Rudianto di lokasi bekas Stasiun KA serta Halte Sukosari (berlokasi di Desa Sukorejo), dimana dalam Buku 10 Tahun Koperasi RM Margono, jadi tempat aktivitas anggota Koperasi Sinar Tani kala mengepak komoditas sayuran kubis untuk di ekspor ke Singapura.

Kisah Bu Aminah

Salah satu saksi hidup dari kejayaan koperasi tersebut adalah Bu Aminah, yang menceritakan pengalamannya ketika masih kecil.

Ia ingat betul bagaimana orang tuanya mengepak kubis untuk diekspor ke Singapura.

“Seingat saya dahulu orang tua kami selalu sibuk menyiapkan hasil pertanian, dan orang-orang datang dari berbagai tempat untuk membeli produk kami,” kenang Aminah, saat menerima Kades Sukorejo dan Tim Penelusuran Koperasi Sinar Tani.

Pengakuan Bu Aminah sangat relevan dengan apa yang tercatat dalam buku “10 Tahun 1930-1940: Penerangan Koperasi” karya RM Margono Djojohadikusumo, yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1941.

Penyampaian Buku Sejarah

Dalam rangka memperkuat penelusuran sejarah ini, tim penelusur juga menyerahkan salinan buku karya RM Margono kepada Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember.

Pemberian Buku tersebut menjadi simbol pentingnya upaya melestarikan warisan sejarah koperasi era Hindia Belanda yang ada di Kabupaten Jember.

Memorial Era Kolonial

Kegiatan penelusuran ini tidak hanya menggali fakta sejarah, tetapi juga memberikan nuansa romantisme mengenai kejayaan koperasi pada era kolonial Belanda.

Dodik Merdiawan, sebagai Koordinator Kabupaten TPP Jember dan Ketua Tim Penelusuran, berharap bahwa penemuan ini dapat memotivasi pengembangan koperasi di Indonesia.

Baca juga: Menelisik Jejak RM Margono, Kakek Presiden RI Ke-8, Membersamai Koperasi 1930-1940 di Tapal Kuda Jatim

"Sejarah Koperasi Sinar Tani menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan," ujar Dodik yang berkomitmen bahwa jejak sejarah Koperasi Era Hindia Belanda, Sinar Tani itu bakal diungkap ke publik dan dipublikasi agar warga khususnya Jember serta Masyarakat Indonesia bisa mengetahuinya dengan berbagai kegiatan ilmiah dan publikasi.

Kegiatan itu diantaranya FGD, seminar, penerbitan buku, sarasehan serta membuat monumen pengingat keberadaan Koperasi Sinar Tani. 

"Alhamdulillah, tim panitia kecil guna sejumlah kegiatan itu telah terbentuk. Dukungan juga sudah mengalir dari sejumlah pihak yang konsen dan peduli terhadap dunia perkoperasian," kata Dodik penuh semangat.

Harapan untuk Koperasi di Indonesia

Dengan ditelusurinya jejak sejarah koperasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku koperasi saat ini untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas.

Koperasi Sinar Tani bukan hanya sekadar sebuah lembaga ekonomi, tetapi juga simbol keberhasilan dan harapan bagi masyarakat Desa Sukosari dan kabupaten jember pada masanya. 

Penelusuran ini telah membuktikan bahwa sejarah dan tradisi koperasi akan terus hidup dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Wawancara mendalam yang dilakukan oleh tim penelusur dengan para saksi sejarah, seperti Bu Aminah, H. Rosi, dan para petani yang pernah terlibat dalam Koperasi Sinar Tani dapat mengungkap lebih jauh bagaimana Koperasi Sinar Tani pada saat itu dapat berkontribusi besar dalam perubahan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Baca juga: Helipad Dekat Makam Kakek Presiden Prabowo Dibangun Pakai Dana APBN, Anggaran Capai Rp 1,4 Miliar

Melalui upaya kolektif ini, diharapkan sejarah Koperasi Sinar Tani tidak hanya diingat tetapi juga dihidupkan kembali sebagai bagian penting dari sejarah perekonomian Indonesia berbasis kerakyatan, yang saat ini patut dicontoh sebagai best practise dan diterapkan di masa depan.

Tapal Kuda Jatim Sarat Sejarah Koperasi era Hindia Belanda

CEO Sygma Research and Consulting, Ken Bimo Sultoni yang juga staf pengajar Universitas Negeri Surabaya mengatakan bahwa pihaknya sejak setahun lalu, tepatnya Oktober 2024, Sygma Research and Consulting telah melakukan sejumlah riset tentang jejak pengabdian tokoh pergerakan ekonomi kerakyatan Indonesia yaitu RM Margono Djojohadikusumo.

"Bahkan sejak Februari 2025, Sygma Research telah mendalami jejak-jejak Koperasi era Hindia Belanda yang terekam dalam buku 10 Tahun Penerangan Koperasi karya Eyang RM Margono. Jejak Koperasi Lumbung Rukun Tani di Rowokangkung, Lumajang, kemudian Koperasi Tumapel Kabupaten Malang, Koperasi Miekwise, Desa Jatisaba Cilongok, Banyumas. Dan kini Tim Sygma telah menelisik Koperasi Sinar Tani Jember," kata Ken Bimo bangga.

Jejak Koperasi era Hindia Belanda, kata Ken Bimo juga ditemukan di Kabupaten Bondowoso yang dalam waktu dekat juga akan ditelusuri.

"Jember dan Bondowoso dalam buku 10 Koperasi Eyang Margono ternyata ada satu koperasi yang sama yaitu Koperasi Sinar Tani, di Jember usaha Ekspor Kubis ke Singapura. Di Bondowoso aktivitas usahanya adalah Padi dan Tembakau serta simpan pinjam," ujar Ken Bimo.

Pihaknya berharap dalam penelusuran jejak sejarah Koperasi di wilayah tapal kuda itu bisa melibatkan berbagai pihak guna berkolaborasi.

"Salam Kolaborasi akan jadi ikatan dalam upaya menggerakkan berbagai pihak dalam penelusuran jejak sejarah koperasi era old," ungkapnya. (ries/yh/mmt)

Penulis : Dapit Yusra Kusuma, S.Sos, M.M.

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru