Dampak Kekosongan Dirut, Yona Hambat Inovasi, KBS Jalan di Tempat

Reporter : Ibrahim
KBS, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyoroti serius dampak kekosongan jabatan Direktur Utama (Dirut) di Perumda Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap performa operasional dan daya tarik KBS sebagai salah satu aset daerah.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Yona menilai tanpa sosok direksi definitif, roda perusahaan cenderung berjalan datar dan tidak menghadirkan gebrakan apapun.

“Dampaknya ketika belum ditunjuk direksi yang definitif, tentu itu pengaruh terhadap operasional daripada BUMD. Kita lihat seperti KBS ini seolah-olah jalan di tempat, tidak ada program-program inovasi yang bisa memicu respon animum masyarakat untuk datang lebih banyak,” tegasnya, Minggu (30/11).

Ia menyebut KBS saat ini hanya mengalami lonjakan kunjungan pada akhir pekan, namun kembali lesu di hari biasa. 

Kondisi tersebut dianggap sebagai indikator minimnya inovasi yang diciptakan manajemen KBS

“KBS ini hanya ramai di peak saja, kalau weekdays ini akhirnya sepi. Yang dibutuhkan adalah sosok direksi yang inovator, inisiator dan punya daya kreasi luar biasa tinggi, agar bersama jajarannya punya banyak program yang bisa menarik lebih banyak pengunjung,” jelasnya.

Yona menekankan pentingnya strategi jangka panjang agar KBS tidak hanya ramai di momentum tertentu, tetapi bisa menjadi destinasi yang stabil sepanjang minggu. 

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Apalagi, kata dia, potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata ikut bergantung pada optimalisasi KBS sebagai ikon rekreasi keluarga di Surabaya.

“Kita jangan sampai kalah dengan wahana-wahana di Malang atau Kota Batu. Akhirnya orang Surabaya kalau weekend larinya ke kota-kota tersebut. Tantangan terbesar pemerintah kota Surabaya bagaimana warganya kalau weekend tidak perlu keluar kota karena KBS sudah menyediakan semuanya,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena warga Surabaya yang memilih liburan ke Jatim Park 1–2, DNS, hingga destinasi wisata lain di luar kota menjadi alarm yang harus diperhatikan oleh Pemkot. 

Ia menilai KBS harus menghadirkan wahana dan pengalaman baru yang membuat warga merasa layak datang tanpa perlu pergi ke daerah lain.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

“Bagaimana bisa menarik warga Surabaya untuk datang ke KPS? Berarti KPS harus punya wahana-wahana yang mengundang dan memicu minat warga kota Surabaya, sebagaimana wahana di kota kabupaten lain yang membuat warga Surabaya berkeinginan ke sana,” tuturnya

Yona menekanan pembenahan hanya bisa dilakukan jika ada kepastian kepemimpinan di struktur direksi KBS. 

“KBS sudah ada belum? Nah ini yang harus dievaluasi. Itu hanya bisa ketika direksinya sudah definitif, sehingga mereka berani melakukan banyak terobosan,” demikian Yona Bagus Widyatmoko. (RoY)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru