Baca juga: 750 Kursi untuk Warga: Upaya Pemkab Gresik Memfasilitasi Mudik 2026
Panceng, Gresik, JatimUPdate.id - Pada Selasa (13/01/2026) tepat sepekan alias 7 hari alm Khoiron Nasih, Pendamping Desa Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, gugur saat bertugas-berdesa, kala mengikuti Rapat Koordinasi Kecamatan Panceng untuk memasifikasi perencanaan dana desa dan aktivitas pemerintah desa 2026.
Rapat ini dihadiri semua stakeholder Desa, dari Pemerintah Kecamatan, Camat berserta staf, seluruh Kades, Sekdes dan bendahara desa juga melibatkat Tenaga Pendamping Profesional diantaranya Alm Khoiron Nashih.
Pada Rabu-Kamis (7-8/01/2026), salah satu rekan kerja, Korcam Panceng, Husnada berinisiatif mengumpulkan tulisan narasi berupa kesan dan pesan para pihak yang mengenal alm dan tulisan itu terkirim ke Redaksi JatimUPdate.id.
Dan media ini telah melakukan proses editing dan penyuntingan hingga tulisan Koordinator TPP Panceng itu dimuat dengan judul : Pengabdian Tanpa Batas TPP Terbaik Gresik Meninggal Di Lokasi Tugas
Sub Judul : Kabut Duka Selimuti Keluarga Besar TPP Gresik Menjelang Hari Desa
Tulisan artikel ini menuai beragam respon, beberapa mengungkapkan kesedihan, terharu dan bangga.
Atas desakan sejumlah pihak atas tulisan pertama dan respon publik di seputar Kecamatan Panceng yang besar serta masih banyak pihak yang ingin memberikan kesan dan pesan atas dedikasi alm Khoirun Nashih yang memang diakui punya dedikasi selaku pendamping desa dan pemberdaya desa yang berkomitmen dan totalitas dalam berdesa.
Dengan penuh haru dan selalu diselingi tetesan air mata, Husnada menuliskan edisi kedua atas artikel ini untuk memberikan Penghormatan Bagi Rekan Kerja Yang Sangat Layak Diberikan
Selamat Membaca
--------------------------------------
Tulisan kedua ini memang perlu dilakukan, menyusul para pihak yang menjadi kolega Alm Khoirun Nashih masih menyimpan banyak kisah cerita tentang beliau yang hampir semuanya bernada positif, dan rata-rata merasa kehilangan yang dalam atas kepergian Pendamping Desa Kecamatan Panceng tersebut yang dedikasikanya tiada terbantahkan.
"Mbak, tidak bisa berkata-kata, karena tulisan Mbak Nada [Husnada/Korcam Panceng] sangat menyentuh perasaan yang membaca. MasyaAllah sangat menyentuh ndak terasa sampek mbrebes mili [meneteskan air mata].
Semoga beliau di sisi terbaikNYA," kata Husnada kepada Redaksi JatimUPdate.id pada Senin malam (12/01/2026).
Husnada pun merasa bahwa tulisan artikel kedua ini tentu masih belum bisa menuangkan semua yang pernah dilakukan oleh alm Khoirun Nashih baik sejak era P3MD 2015-2026 maupun saat beliau jadi fasilitator program PNPM.
Besar harapan, dua tulisan ini bisa dijadikan bahan untuk menunjukkan kepada publik bahwa Profesi Pendamping Desa itu sangat mulia dan punya pengaruh besar terhadap bagaimana memandirikan desa serta memajukan perekonomian warga desa melalui BUMDesa dan KDMP.
Prolog
Khoiron Nasih, Pendamping Desa Kec. Panceng gugur saat berdesa atau bertugas mendanpingi sejumlah desa kala Rapat Koordinasi membicarakan dana desa dan pembenahan dokumen perencanaan desa.
Kabar itu bak petir menggelegar menerpa TPP Gresik yang lagi berkumpul saat mengumpulkan dokumen Surat Perjanjian Kerja (SPK) di areal Pemkab Gresik.
Tentunya, kabar duka ini seolah tidak dipercaya, para pihak mencoba mengecek kebenarannya.
Toh Takdir itu mesti diterima, rekan kerja terbaik mesti meninggal di lokasi tugas, sebuah narasi yang tidak untuk mengada-ada karena begitulah Khoiron Nasih meninggal dengan tenang tanpa menyusahkan saat Rapat di Lantai II Gedung Kecamatan Panceng, sehingga istilah *Gugur Saat Bertugas* menjadi diksi pilihan yang tepat dan tidak berlebihan.
Tim TPP Kecamatan Panceng sendiri terdiri dari 5 orang TPP yang terdistribusi atas 3 Pendamping Desa yaitu Husnadah, Khoirun Nashih dan Abdul Hakim. Sisanya ada 2 orang Pendamping Lokal Desa yang bernama Mohammad Taufiq dan Fahrur Rozi.
Profil alm Khoirun Nashih merupakan putera daerah Panceng yang terlahir di Desa Ketanen Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik pada 27 November 1976.
Beliau bertempat tinggal bersama keluarganya di Desa Siwalan Kecamatan Panceng.
Pada hari Selasa, (06/01/2026) terdapat kegiatan Koordinasi Kepala Desa, sekretaris Desa dan juga kaur keuangan se-kecamatan Panceng, Juga dihadiri oleh Camat Panceng, Mohammad Sampurno,S.Sos, MM, Sekcam Panceng, Yono, ST, Kasie Pembangunan, Nur Ikhwanto, SE., Kasie Pemerintahan, Musolikhin, SE., serta Kasie Ekonomi, Dra. Masri’ah di Aula Sunan Kalijaga Kecamatan Panceng.
Dalam rangka memfasilitasi kegiatan APBDes tahun anggaran 2026, Beliau duduk diantara Taufiq dan Masri’ah Kasie ekonomi, ketika proses kegiatan berlangsung tiba-tiba beliau tejatuh kemudian dibawa turun karena kebetulan kegiatan ada di lantai 2, Beliau meninggal dunia posisi di depan kantor Kecamatan Panceng pada pukul 12.00 WIB, meninggal di lokasi Tugas di kecamatan Panceng menggunakan baju Pendamping Desa.
Khoirun Nashih adalah seorang pendamping Desa yg menguasai regulasi terkait Desa mulai dari Peraturan menteri Desa, Permenkeu, Peraturan Pemerintah dan peraturan yang lain yang berhubungan dengan Desa.
Beliau seorang Pendamping yg bisa menjadi Panutan buat Perangkat Desa, bahkan kepala Desa ketika ada permasalahan di Desa beliau memberikan solusi memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pengakuan Keluarga
Pada tulisan pertama, sang pendamping setia, istri tercinta Khoirun Nashih, Sukinatun memberikan kesaksiannya.
Kini giliran putri tercinta yang secara khusus memberikan kesaksian atas jerih payah serta kasih sayang seorang ayah.
Lebih jauh Salwa Fikro Auliyah, putri sulung, alm Khoirun Nashih yang kini sedang kuliah di Universitas Negeri Surabaya semester 4 jurusan Teknik Sipil mengungkapkan sambil menitikkan air mata.
"Ayah itu bukan orang yang suka menunjukkan sayang lewat kata-kata atau pelukan. Tapi dari cara ayah mengusahakan yang terbaik buat putri-putrinya. Bahkan, dari hal itu saya paham kalau itu bentuk kasih sayang yang berbeda. Kalau ada kesempatan hidup lagi, aku tetap milih jadi anak ayah. Karena dari ayah aku belajar kalau cinta kadang nggak yang harus berisik cukup hadir dan berjuang," kata Salwa kepada Husnada masih dengan perasaan sedih tak terkira.
Alm Khoirun Nashih memiliki empat orang anak, selain Salwa, putri tertua ada tiga adiknya yaitu Carine Kezia Auliyah di yang tengah menempuh pendidikan di MBI Amanatul Ummah, serta putri ke-3 Azwa Aurellia Auliyah yang tengah menempuh pendidikan di SMP 1 Darul Ulum, Jombang. Dan yang bungsu bernams Abdul Jabbar Hubbi kini tengah menempuh pendidikan TK-B Assaadah.
Pengakuan Jujur Kades- Kades Yang Jadi Mitra Kerja
Pengakuan bernada sedih dan penuh kekaguman disampaikan oleh Sonhaji, S. Sos, Kepala desa Surowiti Kec. Panceng.
“Saya yang selama ini dipercaya sebagai Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI Kec. Panceng), dari sebelumnya Asosiasi Kepala Desa (AKD), memang sering berhubungan dan melakukan koordinasi, konsultasi tentang Dana Desa. Beliau adalah seorang yang memiliki integritas tinggi dalam tugasnya. Meski seorang pendiam tapi beliau berusaha menjelaskan secara gamblang. Ketika ada permasalahan administratif di lapangan, beliau tidak berhenti mencari solusi terbaik," ungkapnya.
Bahkan, kata dia, beliau tidak sungkan menegur para Kepala Desa.
"Makanya kami merasa sangat kehilangan sosok Pendamping seperti Alm Pak Nashih," kata Sonhaji, S. Sos, Kepala desa Surowiti Kec. Panceng.
Sekedar informasi, di Desa Surowiti terdapat jejak petilasan yang kini jadi wisata religius tempat persembunyian Sunan Kalijogo atau Raden Mas Sa’id saat menjadi begal budiman dengan nama samaran Danang Lokajaya, sebelum bertemu dan bertapa di bantaran sungai bengawan solo, dengan Sunan Bonang yang akhirnya diberi nama Sunan Kalijogo.
Kepala Desa Serah Abdul Sa'id, S.Pd. menyatakan kenangan serta kesan dan pesannya atas sosok penuh dedikasi bagi pendampingan desa.
"Kesan saya selaku Kepala Desa Serah Kec. Panceng Kab. Gresik terhadap Almarhum Khoiron Nashih, ST telah mengemban amanah sebagai Pendamping Desa dengan sepenuh hati, Kesan yang tertinggal di Desa Serah adalah figur seorang Abdi masyarakat yang tekun, bersahabat, dan visioner. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, namun nilai-nilai, bimbingan, arahan, dan karya yang telah ditanamkannya akan terus hidup dan menjadi fondasi bagi kemajuan desa Serah ke depan. Semoga amal ibadah dan semua kebaikan almarhum diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin. Al-Fatihah," kata Kades Serah penuh haru.
Pengakuan Stakehokder Desa di Kecamatan Panceng.
Muh. Farikh Staf. Bagian Umum Kepegawaian Kecamatan Paceng, guna
mengenang Sosok Alm Khoirun Nashih.
”Alm. adalah seorang pemikir cerdas dalam bidang yang beliau geluti dalam bidang organisasi dan Lembaga, terbukti segudang pengalaman mengendalikan jabatan Organisasi/Lembaga tingkat Desa, Tingkat Kecamatan dan Tingkat Kabupaten. Sosok Mas Nashih ini lah yg menjadi bahan Konsultasi Sharing bagi kawan-kawan di Internal Lingkungan Organisasi/Lembaga maupun di tingkat external. Mudah berkoordinasi dan Konsultasi dengan Kawan-Kawan," ungkapnya.
Baca juga: Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Unitri Perkenalkan Papan Perkalian Inovatif
Lebih dalam Farihk menyampaikan bahwa alm Khoirun Nashih memiliki pemikiran Cerdas Tegas dan Lugas dalam menyampaikan.
"Cerdas berfikir Profesional dan memang bisa di kata seorang Pemikir, Tegas dalam tindakan mengambil kebijakan dan keputusan. Profesional memahami Perundang-undangan Pemerintah maupun AD/ART Organisasi/Lembaga, Lugas dan Luwes dalam mengolah saat mendampingi kegiatan organisasi maupun lembaga. Kecerdasan dan Profesional beliau tidak mengenal waktu dalam bekerja kerasnya. Bahkan berkorban segala apapun resikonya sosok Mas Nashih tidak memperhatikan kondisi sakit yang dia alami sampai menghembuskan nafas terakhir pun beliau masih menjalankan Tugas Negara di Lokasi kegiatan [Aula Sunan Kalijaga Kecamatan Panceng Lantai 2]. Sebagai bukti seorang Pengabdi, Pejuang dan Pahlawan," kata Farikh.
Direktur BUMDesma Panceng Sejahtera Taufiqur Rohman menuturkan kenangan dan pengalamannya dengan alm Khoiron Nashih.
“Khoirun Nashih [alm] nama yg tak lepas dari perkembangan BUMDesma Panceng Sejahtera. Beliau terlibat mulai awal sejak adanya PNPM MPd sampai akhirnya berubah menjadi BUMDesma terlibat penuh mulai dari menjabat BKAD sampai diakhir beliau masih aktif sebagai Pelaksana Harian Dewan Penasihat BUMDesma," ungkap Taufiqur Rohman.
Taufiqur Rohman menyatakan bahwa
keterlibatan aktif alm Khoiron Nashih sangat membantu BUMDesma dalam menentukan kebijakan strategis yg akan diputuskan.
"Beliau [Khoiron Nashih] sangat bertanggung jawab pada jabatan yg diemban, Ini terbukti satu minggu sebelum beliau wafat, tepat Senin [29/12/2025] dalam kondisi tubuh yg masih dlm proses berobat, beliau tetap bertanggung jawab atas tupoksinya dg mendatangi Kantor dg tujuan khusus untuk menemui saya guna membahas kegiatan MAD [Musyawarah Antar Desa] Pertanggung Jawaban dan Perencanaan. Kegiatan yg sangat Ektra membutuhkan Pikiran dan Tenaga untuk mempersiapkanya," ujarnya.
Lebih jauh Taufiqur Rohman mengatakan bahwa ada beberapa ide dan saran disampaikan ke para pihak.
"Ada beberapa ide yang diberikan ke saya guna untuk dirumuskan dalam Pra MAD dan menjadikan kebijakan yg akan diputuskan melalui MAD. Keterlibatan beliau sejak awal, dan pemahaman terhadap Undang-undang dan Peraturan yang menjadi rujukan dalam pelaksaan BUMDesma menjadikan beliau yg kami jadikan tempat untuk memohon saran, pertimbangan sebelum menentukan kebijakan. Solusi beliau jg selalu kami harapkan jika kami mengalami kendala," ungkapnya.
Taufiqur Rohman menyatakan kebanggaannya atas sejumlah tapak jejak prestasi atas pengabdian berdesa dari sosok Khoirun Nashih.
"Kami Keluarga Besar Kelembagaan BUMDesma Panceng Sejahtera merasa sangat kehilangan. Nama Khoirun Nashih tak akan pernah terhapus dalam sejarah perkembangan BUMDesma. Semoga semua amal baiknya terutama dalam BUMDesma menjadi penyerta untuk beliau masuk Surga. Aamiin.
Selamat Jalan Pelaksana Harian Dewan Penasihat BUMDesma [Khoirun Nashih alm]. Hal baik yg telah kau tanam akan kami lestarikan dan kembangkan."
Ungkapan Duka Cita dari Rekan Kerja TPP
Alya Risdiyanti TPP Driyorejo Mantan bendahara APDI tahun 2023-2024 yg pada waktu itu Ketua APDI-nya Alm Khoirun Nashih memberikan kesaksian atas dedikasi dan kinerjanya.
"Almarhum Pak Nashih merupakan pemimpin/koordinator yang bagus dalam bekerja. Beliau dikenal sebagai sosok yang baik dan juga banyak sekali menjalin relasi. Beliau merupakan orang yang penyabar tetapi tegas dalam mengambil keputusan. Pak Nashih merupakan panutan bagi kami para juniornya, dalam mencapai kinerja yang baik sebagai TPP. Raganya mungkin sudah tidak ada, tapi semangat dan dedikasinya akan selalu kami kenang," tutur Alya.
Koordinator kecamatan Driyorejo Edi Poerwanto menyatakan kenangan sekaligus kekaguman akan sosok alm Khoiron Nashih.
"Kesan saya untuk Almarhum Khoiron Nashih. Beliau adalah seorang Panutan bagi junior-nya, termasuk saya adalah pengagumnya meskipun saya tidak pernah dalam satu lokasi tugas [satu kecamatan] tapi saya sering berkomunikasi dengan beliau via medsos (WA) terkait permasalahan yang ada di Desa atau hanya sekedar bertukar kabar,dan satu lagi beliau adalah seorang yang Dermawan setiap ketemu di warkop sebelum acara rakor beliau-lah yang mentraktir. Pesan saya untuk keluarga yang ditinggalkan cuma dua kata sabar dan ikhlas," ungkap Edi dengan masih menyimpan duka kepergian sahabatnya itu.
Ahmad Mu'di Korcam Kedamean memberikan ungkapan dengan judul Jejak Pengabdian Pendamping Desa yang Tak Pernah Pulang.
Mudi menyampaikan bahwa pengabdian sejati sering kali berjalan dalam senyap. Ia tidak selalu tercatat dalam laporan seremonial, namun tertanam kuat dalam jejak kebijakan, keteladanan, dan nilai yang diwariskan.
Salah satu pengabdian itu kini menjelma menjadi kenangan dan teladan, melalui sosok Khoirun Nashih (1976 –2026), pendamping desa yang berpulang dalam keadaan masih memikul amanah tugas negara.
"Khoirun Nashih mengabdikan dirinya sebagai Pendamping Desa sejak tahun 2016 di Kecamatan Dukun, kemudian pada tahun 2022 relokasi ke Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik," ungkap Mudi mencoba mengenang sahabat dan rekan kerjanya itu.
Secara lebih dalam Mudi menjelaskan selama hampir satu dekade, alm Khoiron Nashih bukan hanya hadir sebagai fasilitator program, tetapi sebagai penjaga arah, peneguh regulasi, dan pengawal integritas dalam pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan desa.
"Dedikasinya turut mengantarkan beliau dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Pegiat Desa Indonesia (APDI) Kabupaten Gresik, sebuah peran yang dijalani dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan. Dalam setiap ruang pendampingan, beliau senantiasa mengobarkan semangat bahwa Dana Desa harus digunakan secara terukur, terarah, dan patuh terhadap regulasi. Baginya, pembangunan desa bukan sekadar serapan anggaran, melainkan ikhtiar membangun kemandirian, keadilan, dan keberlanjutan," kata Mu'di.
Prinsip itulah yang konsisten beliau suarakan baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten—bahkan ketika kondisi fisik mulai melemah.
Baca juga: Milad ke-94, Yayasan Darul Islam Gresik Ajak Seluruh Elemen “Bergerak Bersama, Saling Menguatkan”
Pada tahun 2025 sejatinya menjadi akhir dari masa kontrak pengabdian. Namun dedikasi tidak mengenal kata cukup.
Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kesanggupan untuk kembali dikontrak telah beliau tandatangani, sebagai bukti bahwa komitmen pada desa lebih besar daripada kepentingan pribadi.
Di awal tahun 2026, dalam tugas terakhirnya, beliau berada di garis depan, memberikan pandangan dan kebijakan terkait fokus penggunaan anggaran Dana Desa tahun 2026.
Tanpa disadari, pertemuan itu menjadi akhir perpisahan dengan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta rekan-rekan Tenaga Pendamping Desa.
Sebuah perpisahan yang tidak direncanakan, namun sarat makna —bahwa pengabdian beliau berakhir tepat di tempat ia paling setia berdiri: dalam tugas pendampingan desa.
Di balik sosok pendamping yang teguh.
Kepergian Khoirun Nasih bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi ekosistem pembangunan desa. Namun pengabdian sejati tidak pernah benar-benar pergi.
Ia hidup dalam sistem yang lebih tertib, desa yang lebih sadar regulasi, pendamping yang lebih berintegritas, dan generasi yang kelak belajar bahwa tugas negara dapat dijalani hingga akhir hayat dengan penuh kehormatan.
"Semoga jejak pengabdian ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa pembangunan desa dibangun bukan hanya oleh kebijakan dan anggaran, tetapi oleh manusia-manusia yang bekerja dengan nurani, dedikasi, dan ketulusan. Selamat jalan, pejuang desa. Engkau mungkin tak pernah pulang, tetapi pengabdianmu akan selalu tinggal. Salam TPP Kedamean," ungkap Mu'di.
Ucapan Duka Cita TAPM Gresik
Penyataan dari Indra Dwi Wibowo, Tenaga Ahli Kabupaten Gresik menyatakan kesedihan yang mendalam atas kepergiaan sahabatnya yang juga rekan kerja sesama pendamping desa.
“Pak Nasih yang saya kenal, dalam perspektif saya sebagai rekan dan partner kerja, beliau adalah pribadi yang tidak banyak bicara, santun dalam bersikap, serta bertanggung jawab pada capaian kinerja," kenang Indra.
Penyataan dari Nuri Maulidi, Tenaga Ahli Kabupaten Gresik mengungkapkan perasaan serta kesan dan kesan yang mendalam kepada alm Khoiron Nashih.
"Saya berhubungan kerja secara langsung sejak saya dipindah ke Gresik setahun lalu (2025), beberapa kali ngobrol almarhum pembawaaannya di depanku kalem dan sangat berkapasitas, menguasai masalah serta materi pekerjaan ini. Terakhir berkomunikasi via chat WA sama saya pada Jumat, (26/12/2025) atau 11 hari lalu sebelum meninggal, almarhum menyampaikan laporan soal SPTJM," kata Nuri Maulidi, TAPM Gresik mengenang kebersamaannya dengan alm Khoirun Nashih.
Kronologis Meninggalnya Alm Khoiron Nashih
Kebetulan waktu kejadian Husnada tidak ada ditempat karena mengirim SPK ke Kabupaten, meski demikian ada koleganya Sumainah selaku Kaur Keuangan Desa Siwalan yang mengikuti kegiatan pertemuan di kecamatan pada Selasa (6/01/2026) bercerita
“Kegiatan tersebut dihadiri oleh bapak Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kaur Keuangan. Setelah di buka oleh Pak Camat, ditawarkan ke Kepala Desa untuk mengikuti kegiatan sampai selesai? Akan tetapi karena aka ada pertemuan PKDI, maka para kepala desa turun,
Dilanjutkan materi oleh Kasie Pemerintahan dan pembangunan, ketika ada pertanyaan dari peserta Pak Wanto selaku Kasie Pembangunan meminta Pak Nashih untuk menjawab, akan tetapi beliau meminta pak Wanto untuk melanjutkan menjawab pertanyaan dari peserta. Biasanya Pak Nashih itu bagian terakhir setelah tidak ada pertanyaan lagi beliau yg menjelaskan dengan gamblang sesuai aturan yang ada serta memberikan solusinya. Sambil mendengarkan Pak Nashih menikmati buah sukun yg ada di mejanya, sambil melihat peserta dengan senyuman setelah itu minum air putih,
Kemudian terjatuh, Kejadian itu begitu singkat kemudian Pak Nashih dibawa turun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya tepat di depan kecamatan Panceng," katanya memberikan cerita kronologis.
Sebagai bukti perhatian duka cita dan ikut memberikan penghargaan atas dedikasi alm Khoiron Nashih, Kepala Desa se - Kecamatan Panceng berpartisipasi memberikan rasa bela sungkawa berupa dana duka cita yang telah diserahkan ke keluarga.
Penutup
TPP Kabupaten Gresik pada Selasa, (6/01/2026) berkabung karena salah satu pendamping desanya berpulang keharibaan Allah Subhannahuataala, Gugur Saat Berdesa dan Bertugas, di Kantor Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, sebuah proses Kematian yang luar biasa, menunjukkan totalitas dalam bekerja.
Tiada kata yang pantas diungkapkan selain untain doa-doa dan kata-kata haru, akan duka yang terselip Kebaggaan akan dedikasi Kerja yang luar biasa.
Segenap TPP Kabupaten Gresik Mengucapkan Selamat jalan, sahabat, Selamat Jalan Mas Nasih yang sangat Kami Hormati. Jasamu akan selalu hidup dalam setiap langkah pengabdian kami.
"Selamat jalan, kawan.
Tenanglah. Kami akan terus melangkah, sambil mengingat caramu menjaga totalitas pengabdian. Salam MerDesa. Dari Kami Semua TPP Gresik yang mengantarkan Kepergian moe dengan Duka dan Bangga." (roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman