AMPG DKI : Polri di Bawah Presiden Mekanisme Penting Menjaga Independensi

Reporter : Shofa
Ketua AMPG DKI, Fauzan Irvan

Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta, Fauzan Irvan, menegaskan pentingnya menjaga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap netral dan tidak menjadi alat kekuasaan politik dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Fauzan menyampaikan pandangan tersebut menyusul penegasan kembali posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia dalam rapat kerja antara Kapolri dan jajaran Kapolda se-Indonesia bersama Komisi III DPR RI.

Menurut Fauzan, struktur Polri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden justru menjadi mekanisme penting untuk menjaga independensi dan objektivitas institusi kepolisian.

“Polri harus tetap menjadi alat negara, bukan alat kekuasaan politik. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri memiliki posisi yang lebih netral dan profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujar Fauzan dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Ia menilai, apabila Polri ditempatkan di bawah kementerian tertentu, maka risiko intervensi politik dan kepentingan sektoral akan semakin besar. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Intervensi politik bisa merusak marwah Polri. Karena itu, menjaga jarak Polri dari kepentingan politik praktis adalah keharusan,” tegasnya.

Fauzan juga menekankan bahwa independensi Polri sangat berpengaruh terhadap stabilitas nasional, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan hak-hak masyarakat.

Sebagai representasi generasi muda Partai Golkar di Jakarta, Fauzan menyatakan AMPG DKI Jakarta akan terus mendukung reformasi dan penguatan institusi Polri agar semakin profesional, transparan, dan berintegritas.

“Kami berharap Polri terus memperkuat kepercayaan publik dengan bekerja secara adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru