Situbondo, JatimUPdate.id – Di balik riuh ombak Pelabuhan Jangkar, terselip sebuah harapan besar bagi ribuan santri yang bermukim di Kepulauan Raas, Sapudi, dan Kangean.
Baca juga: Idul Fitri dan Manifestasi Kesalihan Sosial
Mereka adalah para remaja yang rela terpisah jarak dan lautan dari orang tua demi menimba ilmu di tanah perantauan. Kini, secercah asa muncul agar perjalanan pulang mereka tak lagi terbebani biaya yang mencekik.
Ponirin Mika, Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menjadi penyambung lidah bagi kegelisahan tersebut.
Dalam Rapat Koordinasi Pemulangan dan Kembalian Santri di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, ia melayangkan usulan konkret: Tiket Kapal Gratis untuk Santri Kepulauan.
Bagi Ponirin, santri-santri ini adalah aset bangsa yang istimewa. Melewati rute laut yang panjang dan seringkali menantang cuaca bukan hal mudah. Maka, tiket gratis adalah bentuk penghormatan paling rendah yang bisa diberikan negara.
Baca juga: Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Situbondo
"Mereka adalah pejuang ilmu. Memberikan pelayanan maksimal berupa tiket kapal gratis adalah cara kita memuliakan dedikasi mereka yang telah setahun penuh berjihad menuntut ilmu di pesantren," ungkap Ponirin dengan nada tegas namun penuh empati. Rabu (04/01/26).
Kepulangan santri yang hanya terjadi sekali dalam setahun seharusnya menjadi momen haru yang murni. Namun, bagi sebagian wali santri di pelosok kepulauan, biaya transportasi laut seringkali menjadi beban finansial yang berat di tengah situasi ekonomi yang tak menentu.
Ponirin memandang bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia armada kapal sangat mendesak. Ia ingin memastikan bahwa saat libur tiba, tidak ada santri yang bersedih atau tertunda kepulangannya hanya karena kendala biaya tiket.
Lebih dari Sekadar Perjalanan, Ini Tentang Kemanusiaan
Usulan ini bukan sekadar soal angka atau logistik pelabuhan, melainkan upaya memanusiakan perjalanan spiritual para santri. Ponirin berharap para pemangku kebijakan tidak menutup mata terhadap kebutuhan layanan publik di sektor pendidikan keagamaan.
"Kita ingin mudik santri kali ini lebih lancar, aman, dan yang terpenting, berkesan bagi mereka. Tiket gratis akan menjadi kabar paling membahagiakan bagi keluarga mereka di pulau sana," tambahnya.
Harapannya jelas,agar langkah kaki para santri kembali ke pelukan ibu di seberang lautan terasa lebih ringan, tanpa bayang-bayang biaya yang memberatkan. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat