Mahasiswa Unitri Edukasi Siswa SDN 1 Banturejo Hidup Sehat dan Anti-Bullying

Reporter : Deki Umamun Rois
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) menjalankan misi penting di SDN 1 Banturejo, Kecamatan Bumiaji.

 

Malang, JatimUPdate.id – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) menjalankan misi penting di SDN 1 Banturejo, Kecamatan Ngantang.

Baca juga: Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Unitri Perkenalkan Papan Perkalian Inovatif

Dalam program Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T), mereka hadir untuk mengedukasi siswa tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan bullying, sebagai langkah membangun budaya positif menuju Sekolah Adiwiyata.

Sebanyak 11 mahasiswa UNITRI yang tergabung dalam kelompok 27 melaksanakan kegiatan edukasi bertema

“Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Anti-Bullying dalam Membangun Budaya Positif Menuju Sekolah Adiwiyata,” Selasa (3/2/2026).

Program ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan berkarakter—sejalan dengan visi SDN 1 Banturejo untuk menjadi sekolah ramah lingkungan.

Mahasiswa bersama guru dan siswa terlibat dalam berbagai aktivitas edukatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga kreatif.

Salah satunya adalah pengenalan pemilahan sampah berdasarkan jenis organik dan anorganik, serta pentingnya pengelolaan sampah sejak usia dini.

Inovasi dari Sampah Organik: Sabun Cuci Tangan

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pembuatan sabun cuci tangan menggunakan bahan dari sampah organik.

Melalui sesi ini, para siswa tidak hanya belajar cara memanfaatkan limbah, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa SDN 1 Banturejo. Mereka tidak hanya diajarkan memilah sampah dengan benar, tetapi juga belajar membuat sesuatu yang bermanfaat dari limbah,” ujar Jimmy, salah satu guru SDN 1 Banturejo.

Demonstrasi mencuci tangan dengan teknik yang benar juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi, di mana para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan untuk menunjang kesehatan sehari-hari.

Sosialisasi Anti-Bullying: Membangun Sikap Saling Menghargai

Baca juga: Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha

Selain fokus pada kebersihan, para mahasiswa juga memberikan edukasi tentang pencegahan bullying. Siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, dampak negatifnya, dan cara membangun sikap saling menghormati di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini sangat relevan karena tindakan bullying masih sering terjadi di kalangan siswa,” tambah Jimmy. “Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk saling menghargai dan membangun kebiasaan positif.”

Salah satu siswa SDN 1 Banturejo menyampaikan kesannya, “Kami diajari cara menjaga kebersihan, memilah sampah, dan bersikap baik kepada teman. Kegiatannya seru dan sangat bermanfaat.”

Ketua kelompok 27, Atnila, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap dunia pendidikan.

“Melalui edukasi seperti pemilahan sampah, PHBS, dan sosialisasi anti-bullying, kami berharap dapat membangun kebiasaan positif siswa, sekaligus mendukung SDN 1 Banturejo menuju Sekolah Adiwiyata,” ungkapnya.

Menurut dosen pembimbing lapangan, Zuni Mitasari, M.Pd., program pengabdian ini menciptakan sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan sekolah.

“Mahasiswa tidak hanya belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar,” jelasnya.

Baca juga: Ritual Pembersihan Diri Menyambut Ramadan, Tradisi Ngumbah Dandang di Kota Batu Kembali Dihidupkan

Zuni juga menambahkan bahwa dedikasi mahasiswa dalam bekerja sama dengan pihak sekolah layak diapresiasi.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk mengabdikan ilmu mereka kepada masyarakat. Kami berharap program ini dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan.”

Melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik, SDN 1 Banturejo diharapkan dapat semakin dekat dengan visinya sebagai Sekolah Adiwiyata.

Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan berbasis lingkungan dan karakter, langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang peduli lingkungan dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat.

Kegiatan kolaboratif antara mahasiswa UNITRI dan SDN 1 Banturejo ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan berbasis aksi dapat menciptakan budaya positif di sekolah.

Dengan mengintegrasikan edukasi PHBS, pengelolaan sampah, dan pencegahan bullying, program ini tidak hanya memberikan dampak langsung bagi siswa, tetapi juga membuka jalan untuk sinergi lebih besar antara dunia akademik dan masyarakat.

Komitmen semacam ini menjadi langkah kecil dengan dampak besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, berkelanjutan, dan ramah anak. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru