Sukodono, Lumajang, JatimUPdate.id - Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Tahunan BUMDes Merdeka Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, telah sukses diselenggarakan pada Kamis, (12/02/2026), bertempat di Balai Desa Selokbesuki.
Kegiatan ini menjadi forum pertanggungjawaban sekaligus evaluasi kinerja BUMDes sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Baca juga: Sengketa Wisata Tumpak Sewu dan Coban Sewu: Ketegangan Antarwilayah Mencari Titik Terang
Musdes dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, perwakilan kecamatan, pendamping desa, pengurus dan pengawas BUMDes, serta perwakilan masyarakat.
Forum dinyatakan kuorum dan berjalan dinamis dengan partisipasi aktif peserta. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMDes Merdeka secara resmi diterima oleh forum musyawarah.
Dalam sambutannya, Ketua BUMDes Merdeka F. Aisyah menyampaikan bahwa penyelenggaraan musyawarah pada siang hari sempat menimbulkan kekhawatiran terkait tingkat partisipasi warga, mengingat budaya musyawarah desa umumnya dilakukan pada malam hari.
Namun, dengan pertimbangan faktor cuaca—di mana hujan kerap turun pada sore hingga malam—menjadi alasan utama pelaksanaan MD pada siang hari.
“Alhamdulillah semesta mendukung. Hujan baru turun setelah acara selesai, partisipasi justru melebihi kuorum, dan LPJ dapat diterima forum,” ungkap Fatih Aisyah kepada redaksi JatimUPdate.id Jumat (13/02/2026).
Ketua BUMDes Merdeka Desa Selokbesuki juga memohon dukungan sinergi dan doa dari seluruh pihak agar pengembangan unit usaha kedua, yakni kandang ayam petelur 500 ekor dan budidaya maggot terintegrasi, dapat berjalan sukses sebagaimana pengelolaan delapan kolam lele dan empat kebun aquaponik.
Secara khusus dia menyampaikan bahwa pada panen perdana di salah satu kolam lele pada awal Februari 2025, hasil usaha sudah mampu membiayai satu orang tenaga kerja dan kebutuhan operasional.
Lebih jauh pengurus BUMDes akan dievaluasi dan dirampingkan berdasarkan tingkat keaktifan.
Selain itu, terdapat harapan agar pengurus aktif dapat diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki perlindungan kerja dan kepastian jaminan hari tua (JHT) sebagai bentuk motivasi dan keberlanjutan kelembagaan.
Sementara itu, Luluk Maulidiyah, S.I.P.
Bidang PSM (Pemberdayaan Sosial Masyarakat) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang mengingatkan agar proses penyelesaian badan hukum BUMDes yang sempat terkendala segera dirampungkan, mengingat akan adanya agenda pertemuan daring serentak dengan pemerintah pusat.
DPMD Lumajang juga mengapresiasi langkah BUMDes Merdeka yang telah berkonsultasi terkait pengelolaan keuangan melalui aplikasi hingga akhir Desember 2025, sehingga kekurangan administrasi berupa berita acara dapat dilampirkan menyusul.
Baca juga: Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan BUMdes : Meningkatkan Transparansi Dan Akuntabilitas
Camat Sukodono, Deni Rohman, dalam sambutannya memberikan apresiasi karena BUMDes Merdeka menjadi satu-satunya BUMDes di wilayah Kecamatan Sukodono yang pertama kali menyelenggarakan LPJ tahunan.
Camat Sukodono, Deni Rohman juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi sinergis, konsistensi pengelolaan, serta tata kelola yang berkelanjutan.
Kepala Desa Selokbesuki, Muhammad Nasih turut menegaskan pentingnya prinsip transparansi dan kolaborasi, khususnya dalam pengembangan pemasaran hasil panen agar sirkulasi ekonomi tetap berputar di desa.
Ia juga mendorong kerja sama dengan SPPG maupun mitra lainnya.
Dalam sesi pengawasan, Ketua Pengawas BUMDes Bambang Febrianto menyampaikan apresiasi atas kinerja direksi BUMDes yang dinilai telah menunjukkan tanggung jawab, keterbukaan, serta ketertiban dalam pencatatan keuangan.
Meski dana ketahanan pangan baru diterima pada 27 November 2025, rapat rutin dan fungsi pengawasan tetap berjalan hingga akhir tahun.
Forum berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan dari peserta, antara lain terkait kemungkinan harga khusus bagi warga desa, kepastian pangsa pasar, serta rencana pengembangan program BUMDes ke depan.
Baca juga: Bertransformasi Lewat TPS 3R, Desa Kilensari Targetkan Naik Kelas Jadi Desa Peduli Lingkungan
Menanggapi hal tersebut, pengurus menjelaskan bahwa produk tidak dapat dibagikan gratis karena berisiko merugikan usaha, namun komitmen harga lebih murah bagi warga desa tetap dijaga.
Terkait pemasaran, komunikasi dengan SPPG telah dilakukan, meski panen kedua yang bertepatan dengan bulan Ramadan belum memungkinkan kerja sama karena keterbatasan menu.
Selain itu, disampaikan pula rencana pengembangan kemitraan edukatif dengan PAUD/TK melalui kegiatan outbound di kolam serta penguatan produk LASEBA (Lele Aman, Sehat, Bahagia) berbumbu.
Acara musdes ditutup secara seremonial dengan penyerahan paket LASEBA hasil budidaya BUMDes Selokbesuki. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat