Bondowoso, JatimUPdate.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat sinergi dengan Jawa Timur Young Changemaker Academy (JAYCA) untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Kolaborasi ini dibahas dalam audiensi yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bondowoso, Kamis (12/2/2026).
Audiensi tersebut dihadiri perwakilan Ashoka Indonesia selaku mitra kolaborator JAYCA, serta perangkat daerah terkait, yakni Disparbudpora dan Dinsos P3AKB Bondowoso.
Pertemuan ini sekaligus menjadi persiapan menjelang penutupan JAYCA Angkatan 1 yang dijadwalkan berlangsung di Bondowoso pada April 2026.
Kepala Bapperida Bondowoso, Anisatul Hamidah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar generasi muda tidak sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan benar-benar menjadi subjek perubahan.
“Kami ingin membangun sinergitas lintas sektor agar generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Dalam diskusi tersebut, dibahas dukungan pemerintah daerah, koordinasi teknis pelaksanaan kegiatan, serta peluang integrasi program JAYCA dengan agenda pembangunan Bondowoso.
Fokus kolaborasi diarahkan pada penguatan peran generasi muda di bidang sosial, lingkungan, perlindungan hak anak, hingga pengembangan potensi budaya dan pariwisata daerah.
Pada April mendatang, rangkaian kegiatan JAYCA akan diisi dengan workshop, penggalian potensi daerah, serta pameran hasil karya dan gagasan para peserta. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inisiatif nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Anisatul menekankan, pemberdayaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Menurutnya, anak muda hari ini adalah calon pemimpin Bondowoso di masa mendatang.
“Anak muda hari ini adalah pewaris masa depan. Pemberdayaan mereka merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan generasi emas yang berkualitas,” tegasnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Bondowoso berharap lahir agen-agen perubahan yang mampu menggali dan mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda sebagai fondasi pembangunan Bondowoso ke depan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat