JKSN - Pergunu Perkuat Persatuan Pendidikan, Menteri Desa Soroti Lonjakan Desa Ekspor hingga Rp0,5 T

Reporter : Ibrahim
Menteri Desa PDT Yandri Susanto tengah memberikan ulasan progres pembangunan di desa-desa termasuk lonjakan nilai ekspor dari sejumlah Desa Ekspor di Indonesia yang mencapai Rp0,5 triliun pada 2025.

 

Surabaya, JatimUPdate.id — Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat persatuan pesantren dan sekolah sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Baca juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba

Komitmen ini ditegaskan dalam momentum Rakernas Pergunu dan JKSN yang juga menyoroti penguatan ekonomi desa sebagai pilar kesejahteraan nasional.

JKSN hadir sebagai wadah pemersatu pesantren, sementara Pergunu menjadi wadah pemersatu sekolah.

Keduanya lahir dari kesadaran sejarah bahwa perpecahan lembaga pendidikan menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan penjajah untuk menguasai Indonesia.

Karena itu, kedua organisasi berkomitmen mengawal ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Ketua Umum Pergunu, KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, menegaskan bahwa guru memegang peran sentral dalam membangun generasi unggul.

Ia menekankan lima prinsip utama bagi kader Pergunu: meningkatkan kompetensi, bertanggung jawab mentransfer seluruh ilmu dalam kurikulum, menjadi teladan moral, memperlakukan murid seperti anak kandung sendiri, serta senantiasa mendoakan peserta didik agar menjadi yang terbaik.

Baca juga: Menteri Desa Dijadwalkan Hadiri Acara Silaturahmi Alim Ulama dan Rakernas di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk karakter dan penjaga moral bangsa,” tegas KH Asep.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd, menyoroti capaian signifikan Program Desa Ekspor. Dari nilai awal sekitar Rp2 miliar, program tersebut kini melonjak hingga mendekati setengah triliun rupiah.

“Lonjakan ini membuktikan desa memiliki kekuatan ekonomi besar. Tinggal kita mau bergerak atau hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa menjadi strategi kunci dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, sejalan dengan tagline “Bangun Desa, Bangun Indonesia.”

Baca juga: Kementerian Desa Tegaskan Kewajiban Publikasi Penggunaan Dana Desa Secara Terbuka

Selain itu, program Koperasi Desa (Kopdes) didorong menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kopdes itu seperti mal-mal kecil di desa yang akan menerangi Indonesia dari pinggiran. Seperti kata Bung Hatta, terang Indonesia tidak akan kuat hanya dengan lampu di Kota, namun akan terang dengan ribuan lilin yang ada di desa-desa,” tambah Mendes.

Sinergi penguatan pendidikan melalui JKSN dan Pergunu serta pemberdayaan ekonomi desa dinilai menjadi langkah konkret menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadilan sosial. (roy/yh)

Pewarta Zainal Abidin

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru