Jakarta, JatimUPdate.id - Proses perombakan jajaran direksi mulai bergulir untuk PT Pelabuhan Indonesia, setidaknya posisi Direktur Utama operator pelabuhan yang merupakan hasil merger dari empat Pelindo (I,II,III dan IV) itu bergeser dari pejabat lama Arif Suhartono ke pejabat baru Ahmad Muchtasyar.
Secara khusus Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan informasi dari sumber di manajemen Pelindo meski berupaya untuk melakukan konfirmasi hingga berita ini ditayangkan pada Sabtu pagi (21/02/2026).
Dari sumber tersebut, Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan deretan nama-nama direksi baru yang infonya telah diteken meski belum diumumkan kepada publik.
Lebih jauh Redaksi JatimUPdate.id mengetahui bahwa surat keputusan pergantian direksi PT Pelindo tersebut tertanggal 20 Februari 2026 dengan beberapa hal perubahan personal termasuk penambahan nomenklatur jabatan baru berupa Wakil Direktur Utama serta Direktur Hubungan Kelembagaan.
Lebih jauh informasi yang masuk via saluran whatshapps itu berisi deretan nama baru direksi PT Pelabuhan Indonesia yang terdiri atas :
Dirut : Ahmad Muchtasyar
Wadirut : Drajad Sulistyo
Direktur Komersial : Farid Padang
Direktur Operasi : Prasetyadi
Direktur Pengembangan Usaha : Prasetyo
Direktur Manajemen Risiko : Boy Robyanto
Direktur Teknik : M. Suriawan Wakan
Direktur Keuangan : Bachtiar Soeria Atmadja
Direktur SDM : Dwi Fatan Lilyana
Direktur Kelembagaan : Henri Ginting.
Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun Redaksi JatimUPdate.id menyebutkan bahwa berdasarkan pembaruan per September 2025, jajaran direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dipimpin oleh Arif Suhartono sebagai Direktur Utama, didukung oleh direktur fungsional seperti Bachtiar Soeria Atmadja (Keuangan) dan Putut Sri Muljanto (Operasi) untuk memperkuat operasional dan komersial pasca-merger
Berikut adalah susunan Direksi Pelindo (Persero) per September 2025
Direktur Utama: Arif Suhartono
Direktur Operasi: Putut Sri Muljanto
Direktur Komersial: Drajat Sulistyo
Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Dwi Fatan Lilyana
Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto
Direktur Teknik: M. Suriawan Wakan
Direktur Pengembangan Usaha: Hosadi Aprizaputra.
Dalam proses keputusan itu juga memberikan penghargaan atas dedikasi selama ini kepada lembaga pada Arif Suhartono dan Putut Sri Mulyanto atas pengabdian, tenaga dan pikiran untuk kemajuan PT Pelabuhan Indonesia.
Secara khusus Redaksi JatimUPdate.id masih berupaya mengkonfirmasi kebenaran berita pergantian jajaran direksi PT Pelabuhan Indonesia meski para pihak itu belum berani berkomentar dan meminta untuk menunggu pengumuman resminya.
Profil PT Pelabuhan Indonesia
Sementara itu profil PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo adalah BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan, resmi berintegrasi pada 1 Oktober 2021.
Baca juga: Laman Resmi PT Pelindo Umumkan Perombakan Direksi, Achmad Muchtasyar Jadi Dirut Baru
Sebagai holding pengelola 43 pelabuhan di Indonesia, Pelindo berfokus pada layanan terintegrasi: terminal peti kemas, curah cair/kering, general cargo, dan penumpang untuk mendukung logistik nasional
Sedangkan dari sumber wikipedia disebutkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau biasa diakronimkan menjadi Pelindo, adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.
Perusahaan ini merupakan merger dari sejumlah entitas yakni PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).
Proses penggabungan ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang dilakukan Kementerian BUMN pada awal tahun 2023.
Pelindo mengoperasikan 94 Pelabuhan yang terletak di 34 Provinsi Indonesia.
Dari Sabang hingga Merauke, Pelindo menjadi salah satu BUMN strategis di mana seluruh pelabuhan yang dikelola memiliki posisi yang signifikan dalam perhubungan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut.
Baca juga: Kebijakan Kerap Bikin Gaduh, Bimo Sebut Komunikasi Publik Pemkot Surabaya Sangat Lemah
Perusahaan yang dibentuk oleh Pemerintah sejak tahun 1960 ini telah berubah status usaha dari PN sejak pendiriannya berlanjut menjadi Perum pada tahun 1983 dan akhirnya menjadi Perseroan Terbatas pada tahun 1992.
Perubahan status usaha itu tak lepas dari gegap gempitanya Pelindo untuk menjalankan fungsinya sebagai pelaksana teknis kegiatan logistik dibidang kepelabuhanan, yaitu membangun Pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Priok.
Pencapaian sukses pernah diraih perusahaan ini sebagai The Best Port Practices in Asia-Pacific Region pada Tahun 1980an.
Namun, tidak lepas dari tidak adanya perkembangan signifikan dalam kegiatannya membuat Pelindo tertinggal dan terkucil. Meski cukup ironis untuk diketahui, Pelindo tidak malu untuk menghadapi perubahan dan bergerak bersama dengan perubahan dengan berubah.
Kawasan pelabuhan diperluas, fasilitas pelabuhan diperbarui dan tata kelola manajemen perusahaan dirombak total untuk menciptakan gerak usaha yang lebih adaptabel, resilien dan progresif dalam perkembangannya sebagai pengelola pintu perdagangan Indonesia.
Setelah menjalani serangkaian penataan, revitalisasi dan transformasi, Pelindo hadir menjadi pengelola dan pengembang kegiatan logistik, tidak hanya sekadar pelabuhan tetapi juga berbagai usaha yang terkait dengan logistik sebagai energi perdagangan Indonesia. (red)
Editor : Redaksi