CEO JatimUPdate Ucapkan HUT ke-36 Abdul Malik, Titip Pesan Ingat K’Tut Tantri

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Abdul Malik, dok JatimUPdate.id/lam

Surabaya,JatimUPdate.id – Ucapan ulang tahun ke-36 mengalir untuk Abdul Malik, Anggota Komisi D DPRD Surabaya. Salah satunya datang dari CEO JatimUPdate.id, Yuristiarso Hidayat.

“Selamat ber-HUT, selalu berpihak untuk kaum lemah dan terpinggirkan. Jadi surprise saja ketika jurnalis JatimUPdate.id meminta khusus agar mengucapkan selamat dan pesan serta kesan,” kata Yuristiarso, Sabtu (21/2)

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Namun ucapan itu tak berhenti pada doa dan harapan. Yuris sapaan akrabnya justru menitipkan pesan sejarah yang ia nilai penting untuk terus diingat, utamanya bagi generasi muda Surabaya.

Ia menyebut sosok almarhum jurnalis pejuang, sahabat Bung Tomo, yakni K'Tut Tantri atau Surabaya Sue. Nama yang menurutnya mulai jarang disebut warga Kota Pahlawan.

“K’Tut Tantri atau Surabaya Sue, nama yang kini telah dilupakan warga Kota Surabaya, padahal K’Tut Tantri lebih suka dipanggil nama itu daripada nama aslinya Muriel Stuart Walker. Seorang Scotlandia-Amerika Serikat yang mempertaruhkan nyawa dengan bersiaran berbahasa Inggris saat revolusi fisik, khususnya pertempuran 10 November 1945,” kata Yuris.

Ia mengingatkan, ketika Presiden Prabowo menyinggung rumah juang bekas gedung radio pergerakan arek-arek Suroboyo, perhatian publik hampir selalu tertuju pada Bung Tomo.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Padahal, tutur Yuris terdapat sejumlah sosok penting lain yang juga mengambil peran besar.

“Bung Tomo sangat mengagumi sahabat penyiar radio K’Tut Tantri. Bahkan saat K’Tut Tantri meluncurkan buku Revolt in Paradise atau Revolusi di Nusa Damai tahun 1964, Bung Tomo memberikan kata sambutan. ‘Bantuan Saudari K’Tut Tantri terhadap revolusi fisik di Surabaya sangat besar artinya, mengingatkan saya akan pepatah Kawan Sejati adalah kawan yang membantu sahabatnya saat dalam bahaya,’” ungkap Yuris, mengutip penghormatan Bung Tomo kepada sahabatnya.

Yuris mengaku nelangsa saat mengenang pesan terakhir K’Tut Tantri sebelum wafat di Australia pada 1997.

Baca juga: Temuan Kasus Perundungan, Komisi D DPRD Surabaya Evaluasi Implementasi Perlindungan Anak

“‘Mungkin Bangsa Indonesia sudah melupakan koe, namun Indonesia adalah tanah tumpah darah koe yang sangat saya cintai. Saya lebih memilih nama K’Tut Tantri daripada nama asli saya. Bila saya meninggal, taburkan abu koe di pantai Pulau Dewata Bali,’” tuturnya.

Menurut Yuris, sebagai bangsa besar, Indonesia layak memberikan penghormatan kepada siapa pun yang sungguh-sungguh berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Selamat ulang tahun ke-36 untuk Abdul Malik. Semoga tetap berpihak kepada rakyat kecil dan tidak pernah melupakan sejarah perjuangan,” pungkas Yuristiarso Hidayat. (Yh/Roy)

Editor : Ibrahim

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru