Dosen UMM Dorong UMKM Perempuan Jatim Naik Kelas Lewat Inovasi Pemasaran Digital
Surabaya, JatimUPdate.id - Minimnya pemanfaatan media sosial oleh pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur, dorong tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadirkan program “Sisterpreneur” sebagai solusi peningkatan kapasitas pemasaran digital di Surabaya (26/4).
Tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Maharina Novi, Arum Martikasari, dan Rahmania Santoso, menggelar kegiatan pemberdayaan bertajuk “Sisterpreneur: Inovasi Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Perempuan di Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur”.
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA).
Para peserta dibekali keterampilan pemasaran digital agar mampu bersaing secara lebih luas di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Ketua tim pengabdian, Maharina Novi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi kurangnya omset pada penjualan yang dimiliki umkm perempuan di Nasyiatul Aisyiyah, setelah dilakukan riset singkat ternyata tidak semua menggunakan media sosial secara maksimal sehingga market hanya terbatas pasa penjualan konfensional
Menurutnya, optimalisasi media digital sangat penting dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Hal tersebut disinyalir akan memberikan dampak pada kenaikan omset.
“Kami melihat para pelaku UMKM perempuan di PWNA Jawa Timur akan bisa lebih optimal jika bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, hal ini dapat memberikan nilai tambah dan membuat mereka lebih siap bersaing dengan UMKM lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut perlu terus diasah dan dirawat agar pelaku UMKM perempuan tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin ketat.
Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha di bawah naungan APUNA diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber Arum Martikasari, M.Med.Kom, menekankan pentingnya strategi pemasaran yang adaptif.
Ia menyampaikan bahwa pelaku UMKM perempuan harus mampu bersaing secara masif, baik melalui kanal offline maupun online. Dalam sesi materinya, Arum memperkenalkan rumus PCBA (Perkenalkan, Ceritakan, Buktikan, dan Ajakan) sebagai pendekatan dalam menyusun konten media sosial yang efektif.
“Melalui formula ini, pelaku UMKM dapat membangun komunikasi yang lebih terarah dengan audiens di sosial media, sehingga produk yang ditawarkan lebih dikenal dan diminati,” jelasnya.
Selain itu, Arum juga mengajak untuk praktek melakukan optimasi sosial media melalui pemanfaat AI, bukan sekedar teori dua dosen yang lain yang turut hadir juga mendampingi satu persatu pelaku umkm tersebut sehingga peserta bisa jelas dan tidak bingung dalam menggunakanya.
Peserta kegiatan pun menunjukkan antusiasme tinggi. Yunik, anggota APUNA asal Trenggalek, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.
“Saya jadi lebih tahu bagaimana memanfaatkan media sosial terlebih AI untuk promosi. Sekarang saya juga lebih percaya diri membuat konten karena sudah memahami caranya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, tim dosen UMM berharap para pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur mampu mengoptimalkan pemasaran digital sebagai strategi utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat