Jember, JatimUPdate.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menetapkan dua agenda strategis organisasi dalam momentum Kajian Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Emil: Ancaman Lingkungan dan Disrupsi AI Nyata, Muhammadiyah Diminta Cetak Generasi Tangguh
Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, mengumumkan bahwa Universitas Muhammadiyah Gresik bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik akan menjadi tuan rumah Kajian Ramadan 1448 H/2027 M.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa Musyawarah Wilayah (Musywil) PWM Jawa Timur tahun 2027 akan digelar di Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam suasana hangat dan penuh semangat, disambut tepuk tangan peserta yang memadati aula.
“Bahasa saya, yo opo carane tahun ngarep Gresik nduwe gedung anyar,” ujar Sukadiono, dengan gaya santai yang memantik tawa hadirin.
Target Gedung 2.000 Orang
Sukadiono menegaskan, penunjukan Gresik sebagai tuan rumah harus menjadi pemicu semangat pembangunan dan penguatan fasilitas.
Ia mendorong agar mulai dirancang gedung representatif yang mampu menampung sedikitnya 2.000 orang.
Menurutnya, agenda besar Muhammadiyah membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar kegiatan dakwah, pendidikan, dan konsolidasi organisasi dapat berjalan optimal.
Baca juga: Berkah Melimpah di Unmuh Jember, PWM Jatim Bagikan 11 Paket Umrah pada Kajian Ramadan 1447 H
Ia mencontohkan keberhasilan Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam menghadirkan gedung baru sebagai bukti bahwa kampus Muhammadiyah mampu bergerak progresif melalui sinergi antara persyarikatan dan perguruan tinggi.
“Kalau Lamongan bisa, saya yakin Gresik juga bisa,” ujarnya optimistis.
Lamongan Perkuat Posisi Strategis
Penetapan Lamongan sebagai tuan rumah Musywil 2027 dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi di wilayah tersebut.
Musywil merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah yang menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan Muhammadiyah Jawa Timur.
Baca juga: Membangun Tradisi Baru: Merefleksikan 25 Tahun Muhammadiyah Jawa Timur, Meneguhkan Arah Gerakan
Karena itu, kesiapan sarana dan dukungan seluruh elemen persyarikatan menjadi faktor penting.
Di akhir sambutannya, Sukadiono juga menambah semarak suasana dengan pengumuman tujuh hadiah umrah dari sponsor yang akan diundi pada penutupan kajian.
“Siapa tahu rezekinya, bisa berangkat umrah tahun ini atau tahun depan,” katanya.
Kajian Ramadan tahun ini turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir (daring), Prof. Din Syamsuddin, Prof. Abdul Mu'ti, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, serta Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni.
Momentum ini menegaskan bahwa Kajian Ramadan tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual, tetapi juga wahana konsolidasi strategis untuk menggerakkan agenda Muhammadiyah Jawa Timur ke depan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat