Dishub Bondowoso Perkuat Koordinasi dan Sosialisasi Reaktivasi Jalur KA Tapal Kuda

Reporter : M Aris Effendi
Stasiun Kereta Api Bondowoso (Foto JatimUPdate.id)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id – Peluang reaktivasi jalur kereta api (KA) menuju Kabupaten Bondowoso semakin nyata.

Baca juga: Separuh Badan Jalan Ambrol, Jembatan Sentong Ditutup Total; Perbaikan Diperkirakan 8 Bulan

Setelah Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya melakukan Survei Identifikasi Desain (SID) pada jalur nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan, Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso memfokuskan langkah pada penguatan koordinasi lintas daerah serta sosialisasi kepada masyarakat yang menempati lahan di sepanjang lintasan.

Langkah ini dinilai krusial agar proyek yang telah lama direncanakan dapat berjalan tanpa hambatan sosial maupun administratif.

Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, menyampaikan pemerintah daerah terus membangun komunikasi intensif dengan daerah tetangga yang dilalui jalur rel.

Kolaborasi ini melibatkan Bondowoso, Situbondo, dan Jember untuk menyatukan kebijakan serta dukungan terhadap pengembangan transportasi berbasis rel di kawasan Tapal Kuda.

“Agar kebijakan selaras, tentu masing-masing daerah punya tujuan yang sama,” kata Sigit Purnomo.

Ia menambahkan, koordinasi antardaerah penting karena reaktivasi jalur kereta api tidak dapat dilakukan secara parsial.

Setiap wilayah harus memiliki kesiapan yang sama, baik dari sisi tata ruang, penataan aset, maupun dukungan masyarakat.

Selain koordinasi lintas daerah, Dishub Bondowoso juga meningkatkan sosialisasi kepada warga yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca juga: Jembatan Sentong Bondowoso–Jember Ditutup Total, Struktur Ambrol dan Retak Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Sigit menjelaskan, sebagian lahan saat ini digunakan melalui mekanisme sewa resmi, sehingga masyarakat perlu memahami status aset dan rencana pemanfaatannya ke depan.

“Kami sudah melakukan rapat dan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sigit, sosialisasi dilakukan secara bertahap, namun respons warga sejauh ini cukup positif.

Mayoritas masyarakat memahami bahwa lahan tersebut merupakan aset negara yang sewaktu-waktu dapat difungsikan kembali sebagai jalur kereta api.

Beberapa warga bahkan sudah menantikan pelaksanaan reaktivasi jalur KA di Bondowoso.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Rencana reaktivasi jalur KA di kawasan Tapal Kuda sebenarnya telah disuarakan sejak 2011. Saat ini, proyek tersebut telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta menjadi bagian dari program induk perkeretaapian nasional.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek ini dapat segera masuk tahap perencanaan teknis dan pelaksanaan.

Sigit berharap sinergi lintas daerah dan dukungan masyarakat menjadi fondasi kuat untuk mempercepat realisasi reaktivasi jalur KA.

Kehadiran kembali transportasi rel diyakini akan meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru