Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menyiapkan pengembangan dua unit usaha strategis sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir sekitar.
Baca juga: Dari Senyum Tulus Hingga Kisah Lalat Penyelamat Imam Suyuti
Program tersebut meliputi pembangunan unit cold storage pengolahan ikan dan lini bordir pada unit usaha garmen pesantren.
Program ini merupakan bagian dari Program Kampung Kemandirian Pesantren Kementerian Agama RI tahun 2025, yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat dan santri.
Pengembangan unit cold storage dan pengolahan fillet ikan bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan dari nelayan pesisir Probolinggo.
Fasilitas ini direncanakan memiliki kapasitas penyimpanan sekitar lima ton dan dilengkapi sistem penanganan pascapanen yang higienis agar kualitas produk tetap terjaga.
Baca juga: KH. Moh. Zuhri Zaini: Zakat Adalah Benteng Harta dan Pembersih Jiwa
Selain memenuhi kebutuhan internal pesantren, produk olahan ikan tersebut juga ditargetkan memasuki pasar lokal seperti UMKM seafood, rumah makan, hingga pasar retail produk beku.
Model usaha ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok ikan yang lebih stabil sekaligus memberikan harga yang lebih adil bagi nelayan.
Di sisi lain, pesantren juga mengembangkan lini bordir pada unit usaha garmen Sinar Tanjung Garment (STG).
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini: Menuju 'Ibadurrahman' dengan Jalur Istiqamah
Pengadaan mesin bordir industri dan tenaga operator terlatih diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi garmen yang selama ini masih bergantung pada pihak ketiga.
Unit bordir ini nantinya tidak hanya melayani kebutuhan seragam santri dan lembaga internal pesantren, tetapi juga membuka layanan bagi sekolah, instansi, pesantren lain, serta pelaku UMKM konveksi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya. (rilis/pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat