Perang Jauh, Kabar Sampai Desa

Reporter : Redaksi
Ilustrasi

 

Oleh: Hijrah Saputra

Baca juga: PWI dan Polres Bondowoso Santuni Sopir dan UMKM Terdampak Jembatan Sentong

Pengamat sosial, alumni UIN Sunan Ampel, dan alumni Universitas Jember


 
Bondowoso, JatimUPdate.id - Perang yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia ternyata mampu memicu kegelisahan hingga ke desa-desa. 

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel perlahan menjadi bahan perbincangan di warung kopi kecil, di pinggir jalan desa, hingga di sela pekerjaan sehari-hari.

Dunia hari ini terasa semakin sempit. Informasi bergerak begitu cepat. Apa yang terjadi di Timur Tengah dapat segera hadir di layar ponsel masyarakat desa.

Suatu pagi seorang pembersih rumput di kampung berbicara dengan nada serius.

“Perang sekarang sangat dahsyat. Kita butuh pertahanan kuat. Perang tidak lagi hanya fisik. AI bisa menjadi senjata mematikan.”

Saya sempat terdiam mendengarnya.

Percakapan tentang teknologi perang ternyata sudah masuk ke obrolan orang desa.

Arus informasi yang bergerak sangat cepat membuat dunia terasa seperti satu ruang bersama. 

Marshall McLuhan melalui bukunya Understanding Media: The Extensions of Man (1964) menggambarkan keadaan ini sebagai global village—dunia yang saling terhubung sehingga peristiwa di satu tempat segera terdengar di tempat lain.

Karena itu konflik di Timur Tengah tidak hanya dipahami sebagai urusan politik luar negeri. Ia juga memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

Salah satunya berkaitan dengan energi.

Selat Hormuz sering disebut sebagai jalur penting distribusi minyak dunia. Jika jalur ini terganggu, banyak orang khawatir harga bahan bakar akan naik atau pasokannya berkurang.

Kabar seperti ini cepat menyebar.

Di beberapa daerah, antrean kendaraan di pom bensin mulai terlihat lebih panjang. Ada yang datang sejak pagi hingga dini hari. Ada yang takut tidak kebagian.

Baca juga: Kapolres Bondowoso Ingatkan Bahaya Judi Online, dan Narkoba

Sebagian orang bahkan menyebut cadangan BBM nasional hanya cukup sekitar dua puluh hari. Kabar tersebut berpindah cepat dari satu orang ke orang lain.

Di sinilah kepanikan mulai tumbuh.

Kadang yang membuat orang gelisah bukan peristiwanya, tetapi bayangan tentang apa yang mungkin akan terjadi.

Dalam kerumunan, perasaan manusia memang mudah menular. Gustave Le Bon melalui karyanya The Crowd: A Study of the Popular Mind (1895) menunjukkan bahwa individu di dalam kelompok sering larut dalam emosi bersama. Kekhawatiran kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kecemasan kolektif.

Akhirnya banyak orang membeli sesuatu bukan karena benar-benar membutuhkan, tetapi karena takut kehabisan.

Di zaman informasi seperti sekarang, kabar memang datang sangat cepat. Namun kecepatan informasi sering tidak diikuti dengan ketenangan dalam memahaminya.

Berita yang belum tentu jelas asal-usulnya mudah dipercaya. Apalagi jika disampaikan berulang-ulang.

Padahal Al-Qur’an mengingatkan pentingnya bersikap tenang ketika menghadapi kabar yang membuat gelisah.

“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Baca juga: Ponpes Al Ishlah Bondowoso Gelar Tafsir Jalalain dan Buka Puasa Bersama, Dihadiri Ribuan Jamaah

Kesabaran tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi kesulitan. Ia juga diperlukan ketika menghadapi arus kabar yang datang tanpa henti.

Rasulullah juga memberi peringatan tentang kabar yang beredar di tengah masyarakat.

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar.”
(HR. Abu Dawud)

Di desa, kabar sering menyebar lebih cepat daripada penjelasan. Satu cerita bisa berpindah dari warung ke sawah, dari sawah ke jalan kampung.

Jika tidak hati-hati, kabar yang belum tentu benar bisa berubah menjadi kegelisahan bersama.

Perang mungkin terjadi jauh di sana.

Tetapi ketenangan masyarakat sering kali ditentukan oleh bagaimana kita menyikapi kabar yang sampai ke sini.

Wallahu a'lam bish showab.

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru