Surabaya,JatimUPdate.id Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono menganggap seruan Panglima TNI Agus Subiyanto melalui surat telegram soal “siaga satu” tidak perlu dimaknai sebagai situasi perang.
Menurut legislator PDI Perjuangan itu, kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini justru lebih kepada upaya bertahan memenuhi kebutuhan hidup.
Baca juga: Johari Dukung Pembatasan Gadget Anak di Bawah 16 Tahun, Tapi Harus Berdasar Kajian Akademik
“Kalau siaga satu untuk perang itu terlalu jauh. Tapi rakyat sekarang siaga satu untuk mencari nafkah dan kehidupan keluarga,” kata Baktiono, Senin (16/3)
Ia menilai kondisi perekonomian masyarakat menjelang Idulfitri tahun ini tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya.
Baktiono mengaku pelaku usaha kecil juga merasakan hal yang sama dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.
“Menjelang hari raya ini perdagangan tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Kami yang perdagangan kecil-kecilan juga merasakan itu,” ujarnya.
Maka dari itu, ia berharap kebijakan pemerintah pusat benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.
Baca juga: Ribuan SPPG Disetop Sementara, Legislator NasDem Minta BGN Buka Layanan Pengaduan
Menurutnya, konsep ekonomi kerakyatan sebenarnya telah lama diwariskan oleh tokoh bangsa, Mohammad Hatta melalui gagasan koperasi.
“Kita ini sudah punya Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta. Apa yang beliau sampaikan itu dikerjakan dengan baik. Jangan membuat nama macam-macam seolah-olah nasionalis, tapi kenyataannya tidak pro-rakyat,” urai Baktiono. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat