Eri Cahyadi Apresiasi Toleransi Warga Surabaya, Perbedaan Idulfitri dan Nyepi Jadi Contoh Harmoni

Reporter : Ibrahim
Salat Ied di Balai Kota Surabaya, dok humas Pemkot

Surabaya,JatimUPdate.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi tolenransi warga Surabaya dalam menyikapi perbedaan. 

Hal itu disampaikan Eri saat memberikan sambutan dalam Salat Idulfitri 1447 Hijriah, di Balai Kota Surabaya, Sabtu (21/3).

Baca juga: Idulfitri 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Serukan Persatuan dan Kesatuan

Ia mencontohkan bagaimana perayaan Idulfitri tahun ini yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi berjalan sangat harmonis.

"Alhamdulillah, toleransi di Surabaya luar biasa. Kemarin saat Nyepi, warga yang merayakan takbiran di masjid menghormati umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara luar dan tidak mengadakan takbir keliling di sekitar tempat ibadah umat Hindu," ungkapnya.

Terkait adanya perbedaan penetapan waktu Salat Id, Wali Kota Eri Cahyadi meminta agar hal tersebut tidak menjadi perdebatan yang memecah belah. 

Baca juga: Soal Urbanisasi, Pakar Unesa Sentil Pemkot: Hak Warga Tak Bisa Dibatasi, Pertanyakan Parameter ‘Pekerjaan Jelas’ 

Menurutnya, adanya perbedaan adalah hal yang lumrah dan harus dihargai.

"Ada yang salat kemarin, ada yang hari ini. Perbedaan itu adalah keindahan, jangan pernah saling menyalahkan. Keyakinan itu masing-masing, yang penting tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan. Kita manusia tempatnya salah, maka tugas kita adalah saling mengingatkan dan menguatkan," tambahnya.

Baca juga: Beda Lebaran Bukan Perpecahan

Ia berharap, agar nilai-nilai toleransi dan akidah yang terjaga di Surabaya dapat terus ditingkatkan demi masa depan kota yang lebih baik.

"Inilah momentum yang harus kita jaga terus. Insyaallah dengan kerukunan ini, Surabaya menjadi kota yang berkah, kota sejahtera, dan warganya bahagia," tandasnya. (*Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru