Sygma Research: Pendekatan Lingkungan Terintegrasi Perlu Penguatan Implementasi di Daerah

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Peneliti Lingkungan Sygma Research and Consulting, Nasir Fakhrudin.
Peneliti Lingkungan Sygma Research and Consulting, Nasir Fakhrudin.

 

Surabaya, JatimUPdate.id — Peneliti Lingkungan Sygma Research and Consulting, Nasir Fakhrudin, menyambut positif dorongan Menteri Lingkungan Hidup terkait penerapan pendekatan lingkungan terintegrasi yang dinilai siap untuk direplikasi secara nasional.

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan pergeseran penting dalam tata kelola lingkungan di Indonesia yang tidak lagi bersifat sektoral, melainkan kolaboratif dan lintas aktor.

“Ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa persoalan lingkungan telah berkembang menjadi isu strategis yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, hingga keamanan. Karena itu, pendekatan yang digunakan juga harus terintegrasi,” ujar Nasir dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Ia menilai, model seperti green policing yang turut diapresiasi oleh Menteri Lingkungan Hidup merupakan inovasi yang patut dikembangkan lebih lanjut.

Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mendorong perubahan budaya institusi dan peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

Namun demikian, Nasir mengingatkan bahwa upaya replikasi secara nasional tidak cukup berhenti pada adopsi konsep semata. Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut secara efektif.

“Diperlukan standardisasi implementasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia di daerah, dukungan regulasi yang adaptif, serta sistem evaluasi berbasis indikator keberlanjutan yang terukur. Tanpa itu, pendekatan ini berpotensi menjadi sekadar jargon kebijakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sygma Research and Consulting memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk membangun paradigma baru dalam tata kelola lingkungan di Indonesia.

Nasir menyebut, pendekatan yang lebih preventif, partisipatif, dan berbasis data menjadi kunci dalam menjawab kompleksitas tantangan ekologis ke depan.

“Jika dijalankan secara konsisten, kebijakan ini dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (roy/yh)