GraduAction 2026 SMA Al Muslim Jatim, Kelulusan Tak Sekadar Seremoni tapi Aksi Nyata ke Masyarakat
Sidoarjo, JatimUPdate.id - SMA Al Muslim Jawa Timur menghadirkan konsep kelulusan yang berbeda melalui kegiatan GraduAction 2026: Graduate with Impact. Mengusung tema “The Last Bell, The First Impact”, acara ini tidak hanya menjadi seremoni akhir masa sekolah, tetapi juga titik awal kontribusi nyata siswa kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kelulusan sebagai penanda resmi berakhirnya masa pendidikan siswa kelas XII.
Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti para siswa, guru, serta tenaga kependidikan yang hadir.
Kepala SMA Al Muslim, Mahmudah menjelaskan bahwa konsep kelulusan tahun ini dirancang lebih bermakna.
Menurutnya, kelulusan tidak cukup hanya dirayakan secara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata.
“Kelulusan siswa tidak hanya diekspresikan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam aksi berbagi ilmu dan pengalaman. Ini menjadi sarana menumbuhkan empati dan kepedulian sosial,” ujar Mahmudah, melalui keteranganya, Selasa (5/5/2026).
Sebagai bentuk rasa syukur, kata Mahmudah, para siswa terjun langsung ke masyarakat melalui berbagai program pengabdian. Salah satunya edukasi ecoenzim kepada siswa SMP Negeri 1 Waru.
Dalam kegiatan tersebut, siswa memberikan pemahaman sekaligus praktik pembuatan ecoenzim yang dapat dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring, pembersih kaca, hingga pembersih lantai.
"Program ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan sejak dini," paparnya.
Selain itu, siswa juga mengikuti program Personal Assistant (PA) dengan berperan sebagai guru di berbagai unit pendidikan Al Muslim, mulai dari KB/TK hingga SMA. Melalui pengalaman ini, siswa merasakan langsung tantangan dan tanggung jawab seorang pendidik.
Abil, salah satu peserta PA di SD Al Muslim, mengaku mendapatkan perspektif baru selama menjalani peran tersebut.
“Saya jadi tahu ternyata tidak mudah mengondisikan kelas sekaligus menyampaikan materi. Ini jadi evaluasi untuk diri saya ke depan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Fayyad, peserta PA di SMP Al Muslim. Ia menilai pengalaman tersebut membuka pemahaman baru tentang peran guru.
“Mengondisikan kelas dan berbicara di depan siswa ternyata membutuhkan energi dan kesabaran besar. Kegiatan ini membuat kami melihat sisi lain perjuangan guru,” ujarnya.
Dari sisi pendidik, program ini mendapat apresiasi positif, Rifqi menilai kegiatan PA menciptakan kolaborasi produktif antara guru dan siswa.
“Siswa dilatih mengelola waktu, berkoordinasi, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab, sementara guru berperan sebagai mentor,” jelasnya.
Ustazah Ida juga mengapresiasi salah satu peserta PA yang dinilai mampu berkontribusi aktif dalam proses pembelajaran.
“Peserta sangat kooperatif dan komunikatif. Bahkan mampu menghadirkan ide-ide kreatif seperti game interaktif yang memotivasi siswa,” ungkapnya.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Ustazah Siska, menegaskan bahwa GraduAction 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman yang relevan dengan kehidupan nyata.
“Kami ingin kelulusan ini menjadi titik awal bagi siswa untuk memberikan dampak nyata di lingkungan sekitarnya,” katanya.
Melalui GraduAction 2026, SMA Al Muslim Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan semangat “The Last Bell, The First Impact”, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa perubahan positif di tengah masyarakat.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat