Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni mendukung kebijakan parkir non tunai secara efektif di kota Pahlawan.
"Kebijakan parkir non tunai melalui pembayaran voucher parkir dan perbankan merupakan keinginan Walikota Eri Cahyadi mengurai problematika parkir," kata Fathoni, melalui keterangannya, Sabtu (28/3).
Baca juga: DPRD Respons Polemik Mutasi Lurah Tambak Wedi: Abdi Negara Butuh Pengabdian di Berbagai Bidang
Fathoni menganggap deklarasi penerapan parkir non tunai yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) merupakan langkah positif.
Ia berharap deklarasi tersebut tidak cuma seremonial. Namun harus memerhatikan kesiapan jukir serta melibatkan OPD lainnya.
“Pemangku wilayah tidak hanya mensosialiasasikan juga mengamati pelaksanaanya saja," tegas eks aktivis LMND itu.
Kendati demikian, Fathoni menganggap Dishub masih bersikap ego sektoral dalam pelaksanaan di lapangan.
Fathoni meyakini keegoan itu dapat menurunkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemkot Surabaya.
“Kami ingin kebijakan ini sukses dilapangan, makanya setiap celah ketidaksempurnaan harus dimitigasi dengan baik, kuncinya Kepala Dishub harus berpikir komprehensif, jangan parsial,” tegasnya.
Baca juga: SiLPA Tembus Rp516 Miliar, DPRD Surabaya Soroti Rendahnya Serapan Anggaran
Selain itu, Fathoni juga menekankan pemberian sanksi jika menemukan praktik tunai di lapangan.
"Kami berharap tidak ada lagi praktek parkir tunai dilapangan, metode pemberian sangsi tegas juga harus dilaksanakan, mengingat kajian soal berapa titik parkir tepi jalan di kota Surabaya juga tidak pernah terukur," urai Arif Fathoni. (Roy)
Editor : Anang AF