Pamekasan, JatimUPdate.id — Upaya UIN Madura dalam meningkatkan daya saing riset kembali diperkuat melalui Workshop Penyusunan Metodologi Proposal MoRA The Air Funds 2026 yang digelar di Ballroom Lantai 4 UIN Madura, Kamis April 2026.
Baca juga: Strategi Menang Hibah, UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026
Kegiatan ini menghadirkan tokoh penting dari Kementerian Agama RI, yakni Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. dan Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med. yang secara khusus memberikan penguatan strategis dan teknis kepada sivitas akademika UIN Madura.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari langkah strategis kampus untuk memperluas akses pembiayaan riset sekaligus memperkuat dampak pengabdian keilmuan bagi masyarakat.
Menurut Dr. Saiful Hadi, M.Pd., peluang hibah riset dari Kementerian Agama harus direspons dengan kesiapan metodologi, kolaborasi, dan tema riset yang sesuai dengan roadmap kelembagaan.
Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. dalam paparannya menegaskan bahwa Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Funds) merupakan tulang punggung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sistematis dan berdampak besar.
Baca juga: Harumkan UIN Madura, Karya Nuri Wahda Salsabila Usmany Tembus Jurnal Bereputasi Nasional
Ia menekankan bahwa riset tidak lagi dipandang sebagai kerja individual, tetapi sebagai upaya kolektif strategis berbasis kolaborasi multi-helix, yang melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, serta DUDI.
“Tema yang dipilih harus menjawab isu nasional, seperti penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, pembangunan lingkungan, hingga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong para dosen UIN Madura untuk menyusun proposal dengan luaran yang jelas, terutama artikel jurnal internasional bereputasi, HKI, model kebijakan, maupun produk inovasi yang dapat dimanfaatkan mitra.
Baca juga: ASN Mulai WFH Tiap Jumat, Pejabat Jangan "Alergi" Dikonfirmasi
Sementara itu, Hendro Dwi Antoro mengingatkan bahwa proposal harus meyakinkan reviewer dari sisi substansi, luaran, dan mitra pengguna hasil riset.
“Pastikan proposal berbicara dalam skala makro, dengan anggaran yang proporsional dan mitra yang jelas, seperti pemerintah provinsi atau dinas terkait,” ungkapnya.
Workshop ini diharapkan menjadi energi baru bagi UIN Madura untuk meningkatkan jumlah proposal yang lolos pendanaan nasional tahun 2026. (rilis/febri/roy)
Editor : Ibrahim