Kades Pakel, Gucialit, Lumajang Dikeroyok 15 Orang, Alami Luka Bacok dari Leher hingga Punggung

Reporter : Imam Hambali
Kepala Desa Pakel, Kec. Gucialit, Kab. Lumajang, Sampurno (48), saat dirawat. Dia menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh sekitar 15 orang di kediamannya, Rabu (15/4/2026) sore.

 

Lumajang, JatimIPdate.id - Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sampurno (48), menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh sekitar 15 orang di kediamannya, Rabu (15/4/2026) sore.

Baca juga: Pungli di Tumpak Sewu Dibongkar, Empat Penarik Karcis Ilegal Diciduk Polisi

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius, termasuk luka bacok di bagian leher hingga punggung.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di rumah korban yang berada di Dusun Sidomulyo, Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, para pelaku datang menggunakan tiga kendaraan sebelum melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama.

Dugaan sementara, insiden ini dipicu persoalan dendam pribadi. Sehari sebelumnya, Selasa (14/4/2026), korban diketahui sempat terlibat cekcok dengan seorang pengusaha berinisial H. Dani saat menghadiri acara pengajian dan khatmil Qur’an di Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso.

Dalam pertemuan tersebut, korban disebut melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung.

Meski sempat didamaikan oleh tokoh agama setempat, situasi itu diduga memicu emosi yang berujung pada aksi balasan keesokan harinya.

Sekitar pukul 14.55 WIB, belasan orang yang diduga terkait dengan H. Dani mendatangi rumah korban.

Mereka sempat berbincang dengan korban setelah dipersilakan masuk ke dalam rumah. Namun, suasana mendadak memanas saat terjadi perdebatan.

Tak lama berselang, para pelaku secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Sampurno mengalami luka bacok di siku kanan, luka robek di bagian belakang kepala, serta luka lebam di dada dan punggung.

Baca juga: Polres Lumajang Turun Langsung Awasi LPG 3 Kg, Pastikan Tak Ada Penyelewengan

Usai melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri sekitar pukul 15.15 WIB menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.

Keluarga korban kemudian mengevakuasi Sampurno ke RSUD dr. Haryoto Lumajang sekitar pukul 15.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi sadar.

Aparat kepolisian dari Polres Lumajang langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Penanganan kasus ini melibatkan Satreskrim Polres Lumajang bersama jajaran Polsek Gucialit dan Polsek Jatiroto.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi.

Baca juga: SNBP 2026 Melejit! 2.092 Siswa Jember-Lumajang Lolos PTN, Naik 27 Persen

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian ini,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Motif pasti, termasuk dugaan adanya aktor intelektual di balik serangan, masih terus diusut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan resmi dari aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat korbannya merupakan seorang kepala desa aktif. Perkembangan lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian. (ih/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru