Bondowoso, JatimUPdate.id, – Di sejumlah sudut desa di Bondowoso, bangunan gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sudah berdiri.
Baca juga: BANGGA BERBANGSA di Wringin: Bupati–Wabup Bondowoso Turun Langsung, Warga Usulkan Tambahan Bidan
Sejumlah truk operasional pun mulai datang satu per satu. Namun di balik itu, aktivitas koperasi belum sepenuhnya berjalan seperti yang diharapkan.
Hingga Kamis (23/4/2026), sebanyak 41 unit kendaraan operasional KDKMP telah disalurkan secara bertahap di Kabupaten Bondowoso.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 65 unit KDKMP yang telah rampung dan disiapkan untuk difasilitasi bertahap.
Namun, kesiapan fisik tersebut belum otomatis diikuti oleh kesiapan operasional.
Koperasi masih menunggu petunjuk teknis (juknis) yang akan menjadi acuan dalam menyinkronkan penggunaan sarana dengan jenis usaha yang dijalankan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, menyebut secara administrasi seluruh koperasi di 209 desa dan 10 kelurahan sebenarnya sudah sah dan rampung sejak 2025.
“Artinya mereka sudah bisa melaksanakan fungsi-fungsi koperasi. Hanya saja perlu disinkronkan dengan petunjuk teknis,” ujar Hergiar Yuli.
Menurutnya, pemerintah daerah masih menunggu kejelasan juknis agar operasional koperasi berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan ketidaksinkronan di lapangan.
Sejumlah wilayah bahkan sudah mulai bergerak, meski belum sepenuhnya terintegrasi.
Baca juga: Sekolah Rusak di Wringin Disorot, Pemkab Bondowoso Siapkan Perbaikan
“Beberapa daerah sudah mulai berjalan, tapi belum sepenuhnya terintegrasi. Kita lebih ke arah organisasinya,” tambahnya.
Diskoperindag menegaskan perannya lebih pada penguatan kelembagaan koperasi, sementara penyediaan fisik seperti bangunan gerai dan kendaraan operasional berada di luar kewenangan dinas.
Di tingkat desa, kondisi serupa terlihat nyata. Di Desa Bandelan, Kecamatan Binakal, gerai KDKMP sudah selesai dibangun 100 persen, bahkan truk operasional telah diterima. Namun, fasilitas di dalamnya belum sepenuhnya siap digunakan.
Kepala Desa Bandelan, Bambang Hartono, mengatakan gerai masih belum bisa difungsikan karena perlengkapan dasar belum tersedia.
“Masih menunggu juknis, gerainya belum ada rak dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Hamid Apresiasi CSR Bank Jatim, Sebut Taman Batas Kota Bisa Gerakkan Ekonomi Warga
Berbeda dengan Bandelan, KDKMP Kelurahan Badean justru sudah lebih dulu berjalan, meski belum menerima fasilitas fisik secara lengkap.
Ketua KDKMP Badean, Tresna Aris Putra, menyebut pihaknya tetap menjalankan aktivitas usaha secara mandiri.
“Kami gelombang ketiga,” katanya singkat.
Saat ini, aktivitas usaha seperti penjualan sembako, minyak goreng, gas, gula, hingga kebutuhan harian lainnya masih dilakukan dari rumah pengurus yang difungsikan sebagai titik operasional sementara.
Di antara bangunan yang mulai berdiri dan kendaraan yang mulai bergerak, KDKMP Bondowoso kini berada di fase transisi penting: antara kesiapan infrastruktur dan kepastian teknis yang menentukan arah gerak ekonomi koperasi di tingkat desa. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat