Sekolah Rusak di Wringin Disorot, Pemkab Bondowoso Siapkan Perbaikan
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Bangunan retak dan atap rusak masih menjadi tempat belajar siswa di pelosok Kecamatan Wringin, Bondowoso.
Kondisi itu ditemukan di SDN Banyuwulu 2 dan SDN Banyuwulu 4 saat Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung lokasi, Jumat (24/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah ruang kelas terlihat tidak lagi layak digunakan. Dinding mengalami keretakan, atap rusak, dan sebagian bangunan bahkan terancam roboh sehingga berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
Melihat langsung kondisi tersebut, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, meminta pihak sekolah tidak memaksakan penggunaan ruang yang berisiko.
“Keselamatan siswa harus jadi prioritas,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengakui kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut masih menjadi persoalan serius.
“Kondisi di Banyuwulu 2 dan Banyuwulu 4 cukup mengenaskan. Ini menjadi bahan evaluasi dan dasar kebijakan ke depan,” ujarnya.
Selain kerusakan bangunan, keterbatasan tenaga pendidik juga menjadi kendala. Di SDN Banyuwulu 4, kepala sekolah harus menempuh perjalanan hingga dua jam setiap hari untuk sampai ke sekolah. Hal serupa dialami sejumlah guru lainnya.
“Kondisi ini menjadi dilema. Kalau dilakukan pemerataan, siapa yang akan mengisi di sekolah tersebut, sementara layanan pendidikan harus tetap berjalan,” jelasnya.
Saat ini, jumlah siswa di kawasan tersebut tercatat sekitar 69 siswa tingkat SD dan 15 siswa tingkat SMP. Meski jumlahnya terbatas, pemerintah memastikan layanan pendidikan tetap menjadi prioritas.
Terkait penanganan, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan revitalisasi bangunan sekolah, khususnya di SDN Banyuwulu 4 sebagai prioritas.
Jika hingga pertengahan tahun belum ada realisasi dari pemerintah pusat, perbaikan akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau sampai bulan Juni belum ada keputusan, kita akan upayakan melalui APBD, dengan harapan kemampuan anggaran mencukupi,” tegas Taufan.
Pemkab Bondowoso menegaskan akan segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah pelosok.
Editor : Yuris. T. Hidayat