Situbondo, JatimUPdate.id – Kepemimpinan Yusuf Rio Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio kembali menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Wilayah Tapal Kuda yang digelar di Aula Hotel Wisda Rengganis Pasir Putih, Situbondo pada Rabu, (29/04/2026)
Baca juga: Camat Sukodono Sidoarjo Apresiasi Panen Perdana Melon BUMDesa Jaya Makmur, Dorong Kemandirian Desa
Dalam forum bertajuk “Ngopi Desa: Secangkir Kopi, Sejuta Solusi” tersebut, Situbondo tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga tampil sebagai contoh nyata daerah yang mampu “naik kelas” di tengah tekanan fiskal.
Transformasi pembangunan desa yang terjadi di Situbondo dinilai sebagai hasil dari kepemimpinan progresif dan berani mengambil langkah strategis.
Mas Rio menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi.
Di bawah arahannya, pembangunan desa di Situbondo diarahkan pada efisiensi, penguatan ekonomi lokal, serta optimalisasi potensi desa.
“Kalau fiskal terbatas, maka cara berpikirnya yang harus ditingkatkan. Desa harus naik kelas—dari sekadar menjalankan program menjadi mampu menciptakan dampak,” ujar Mas Rio dalam sesi talkshow, yang juga alumni Fisip Universitas jember tersebut.
Kepemimpinan Mas Rio yang energik—hingga dijuluki “Ultramen” oleh masyarakat—tercermin dari berbagai capaian pembangunan desa di Situbondo. Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), peningkatan kapasitas pendamping, serta sinergi yang semakin solid antara pemerintah daerah dan desa menjadi indikator nyata kemajuan tersebut.
Rakor TPP ini menghadirkan peserta dari tujuh kabupaten wilayah Tapal Kuda, yakni Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan.
Baca juga: DPMD Situbondo Validasi Data Pemeringkatan BUMDes dan BUMDes Bersama
Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik, di mana Situbondo muncul sebagai salah satu model inspiratif dalam pengelolaan pembangunan desa berbasis kolaborasi.
Koordinator TAPM Provinsi Jawa Timur dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa apa yang dilakukan Situbondo menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kepemimpinan daerah yang mampu mengorkestrasi seluruh elemen.
“Situbondo hari ini memberi pesan kuat: ketika kepala daerah punya visi, keberanian, dan kedekatan dengan desa, maka keterbatasan fiskal bukan lagi penghalang,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif juga menyoroti berbagai tantangan, seperti variasi kapasitas pendamping dan belum meratanya pemahaman strategis.
Namun, pendekatan yang diterapkan di Situbondo dinilai mampu menjawab tantangan tersebut melalui penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas, serta komunikasi yang intensif.
Baca juga: Kecamatan Taman Krocok Gelar Pelatihan Administrasi BUMdesa
Keberhasilan Situbondo dalam mendorong desa “naik kelas” menjadikan Rakor TPP Tapal Kuda ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi juga panggung pembelajaran bersama.
Model pembangunan yang diterapkan di bawah kepemimpinan Mas Rio diharapkan dapat direplikasi oleh daerah lain di Jawa Timur.
Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat, Situbondo membuktikan bahwa desa bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek utama dalam menciptakan kemajuan daerah. (ries/yh)
Pewarta David Yusra Kusuma TAPM.
Editor : Yuris. T. Hidayat