Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron, mengingatkan Pemkot Surabaya tidak hanya fokus pada proyek Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), tetapi juga melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang saat ini terhenti.
Hal itu disampaikan menyusul adanya kucuran dana Rp885,85 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero untuk melanjutkan proyek JLLB.
Baca juga: Kota Ditata, Rakyat Dipinggirkan?
“Jadi jangan hanya wilayah barat saja yang digenjot, wilayah timur dan utara juga harus digenjot pembangunannya,” katanya, Kamis (30/4).
Buchori menjelaskan, kucuran dana dari PT SMI Persero tersebut merupakan pinjaman yang harus dikembalikan melalui APBD.
Maka dari itu, ia mendorong pengembang di wilayah barat turut berkontribusi membantu Pemkot Surabaya.
“Karena kalau JLLB kelar dibangun maka dampaknya harga tanah di wilayah barat Surabaya akan naik. Yang untung siapa, ya developer tapi yang bangun Pemkot Surabaya,” bebernya.
Ia menilai kontribusi tersebut bisa didorong melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), misalnya dari sektor retribusi parkir dan lainnya.
Buchori menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah barat.
Menurutnya, jika wilayah timur berkembang, maka wilayah utara juga akan ikut terdongkrak.
Baca juga: Camat Tambaksari: Pedagang Pasar Tumpah Gresikan Direlokasi ke Pasar Tambahrejo
“Kalau wilayah timur maju pesat maka wilayah utara juga akan terkerek maju,” katanya.
Ia juga menyinggung rencana lama pengembangan wilayah utara, seperti destinasi wisata pantai, pelelangan ikan, hingga kereta gantung sepanjang sekitar 20 kilometer dari Kenjeran hingga Gunung Anyar.
Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi. Bahkan, Sentra Ikan Bulak yang sudah dibangun masih sepi pengunjung.
“Untuk itu kami harap Pemkot Surabaya tidak hanya barat saja yang dikembangkan infrastrukturnya, tapi juga wilayah utara dan timur,” pungkasnya.
Baca juga: ARKI Minta Kos Harian Tetap Diizinkan, Tapi Difungsikan Secara Baik dan Bermoral
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan pinjaman tersebut merupakan instrumen untuk mendukung APBD 2026.
Ia menjabarkan, pemkot juga rencananya akan mengajukan pinjaman tahap kedua.
Pinjaman tersebut untuk penanganan banjir dan perbaikan penerangan jalan umum.
"Kemarin sudah tanda tangan berita acara pembiayaan tahap pertama untuk Wiyung dan JLLB. Dua minggu ke depan akan ditindaklanjuti tahap kedua untuk lokasi rawan genangan dan sektor lainnya," ujar Lilik. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman