Muswil KAHMI Bali: Refleksi Perjalanan dan Pesan untuk Generasi

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima plakat cenderamata bersama Koordinator MN Kahmi Abdullah Puteh saat berada di Muswil MW Kahmi Provinsi Bali.
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima plakat cenderamata bersama Koordinator MN Kahmi Abdullah Puteh saat berada di Muswil MW Kahmi Provinsi Bali.

Denpasar, Bali, JatimUPdate.id - Sabtu (13/6/2026), suasana di Hotel Ayu Puri, Denpasar, Bali, terasa penuh kehangatan dan nostalgia.

Kehadiran Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI, Viva Yoga Mauladi, dalam Muswil KAHMI Bali menghadirkan momen refleksi mendalam, tak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Viva Yoga, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Transmigrasi, mengungkapkan bahwa acara ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah ruang untuk mengenang perjalanan panjangnya bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di masa mudanya. 

Viva Yoga memulai pidatonya dengan bernostalgia, mengenang bagaimana perannya di HMI Cabang Denpasar pada era 1990-an membentuk karakternya hingga saat ini. 

Ia mengutip tujuan utama HMI, yaitu membentuk insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.

Kutipan tersebut disampaikan dengan santai, diiringi senyum hangat yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.

Viva Yoga melanjutkan dengan berbagi cerita tentang suka duka perjalanan hidupnya di organisasi, termasuk kisah lucu terkait pengalamannya maju sebagai kandidat Ketua PB HMI.

“Kalau tidak salah, saya dulu pernah maju sebagai kandidat Ketua PB HMI, tapi kalah dua kali,” ujar Viva Yoga sambil tertawa, yang turut memancing gelak tawa hadirin.

Bagi Viva Yoga, HMI bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah “kawah candradimuka” yang menempanya menjadi pribadi kritis namun toleran. 

Tinggal dan berproses di Bali selama bertahun-tahun, ia merasakan langsung bagaimana nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang dipelajari di HMI menjadi fondasi kuat dalam kehidupannya.

“Ajaran dari para senior di HMI tentang harmoni antara Islam dan keberagaman Indonesia, itulah yang menjadi motivasi utama kami para alumni dalam berperilaku di masyarakat,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ini adalah warisan berharga yang harus terus dijaga oleh generasi penerus HMI.

Menurutnya, harmoni antara keislaman dan kebhinekaan adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang toleran dan berkeadilan.

Mengakhiri sambutannya, Viva Yoga menyampaikan pesan kepada para senior KAHMI.

Ia menekankan pentingnya peran KAHMI sebagai wadah bagi para alumni HMI yang kini tersebar di berbagai bidang pengabdian. 

Viva Yoga mengingatkan bahwa KAHMI harus tetap bersatu, saling menjaga, dan terus membimbing kader-kader HMI yang masih berada dalam proses pembentukan diri.

“KAHMI lahir sebagai wadah bagi para pemimpin lulusan HMI untuk terus berkontribusi dan menjaga nilai-nilai yang sudah kita bangun bersama,” katanya.

Viva Yoga juga mengajak para senior untuk memberikan perhatian lebih kepada kader muda HMI, karena mereka adalah penerus perjuangan yang akan membawa organisasi ini terus relevan di masa depan.

Muswil KAHMI Bali kali ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi para alumni HMI.

Pesan-pesan yang disampaikan Viva Yoga menggarisbawahi pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman danpl kebangsaan di tengah arus perubahan zaman.

Sebagai organisasi yang telah melahirkan banyak pemimpin di berbagai bidang, HMI dan KAHMI diharapkan terus menjadi motor penggerak perubahan yang membawa Indonesia menuju masyarakat yang lebih maju, adil, dan sejahtera.  (dek/mmt)