Hardiknas 2026 di Bondowoso, Bupati: Tegaskan Komitmen Penguatan SDM dan Pendidikan Inklusif

Reporter : M Aris Effendi
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid memberikan apresiasi kepada para siswa usai menerima penghargaan Pekan Pendidikan Berkah 2026 dalam peringatan Hardiknas di Alun-alun Ki Bagus Assra, Senin (4/5/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, — Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara di Alun-alun Ki Bagus Assra, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Kiai Regu dan Penguatan Spiritual, Cara Bondowoso Siapkan Jemaah Haji Lebih Siap dan Tenang

Tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Upacara berlangsung semarak dengan partisipasi ratusan pelajar sekolah dasar hingga menengah dari berbagai wilayah di Bondowoso.

Sebanyak 200 siswa sekolah dasar tampil dalam Senam Massal Indonesia Sehat yang mencerminkan semangat generasi muda yang sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan.

Puncak perhatian tertuju pada penampilan 400 siswa SMP yang membawakan Tari Remo kolosal.

Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menegaskan upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Dalam amanatnya, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa Hardiknas merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar seremoni tahunan.

Ia menyebut, di tengah berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, belum meratanya sumber daya manusia, hingga kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, hal tersebut tidak boleh menjadi penghambat peningkatan mutu pendidikan.

“Tidak ada kata pesimis. Semua sumber daya yang ada harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Bupati Bondowoso.

Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan langkah strategis, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan tenaga pendidik melalui pemetaan kebutuhan hingga wilayah pelosok, hingga optimalisasi potensi daerah untuk mendukung sektor pendidikan.

Baca juga: 916 Jemaah Haji Bondowoso 2026 Siap Berangkat, Kuota Bertambah dan Semua Persiapan Rampung

“Pemerataan guru dan perbaikan fasilitas terus kita dorong melalui pemetaan kebutuhan sampai ke wilayah yang paling membutuhkan,” kata Hamid.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam menjawab tantangan pendidikan di era saat ini. Menurutnya, pendidik harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Guru hidup dari masa lalu, berada di masa kini, dan mendidik generasi masa depan. Karena itu, adaptasi dan inovasi menjadi kunci,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Bondowoso melaporkan adanya tren positif dalam dunia pendidikan daerah. Angka putus sekolah disebut terus menurun secara signifikan, bahkan menunjukkan kondisi yang semakin rendah dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, baik melalui jalur formal maupun pendidikan berbasis keagamaan.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebut angka putus sekolah di daerahnya tergolong sangat rendah, bahkan mendekati nol.

Baca juga: Polres Bondowoso Ungkap Live Streaming Asusila Dua Tersangka Diamankan

“Tidak ada persoalan signifikan, baik dari SD ke SMP maupun jenjang berikutnya. Kasus yang ada umumnya karena faktor kesehatan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memberikan penghargaan kepada para juara Pekan Pendidikan Berkah 2026 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan non-akademik siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Upacara Hardiknas 2026 turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, hingga pejabat di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Seluruh pejabat yang hadir mengenakan pakaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru