916 Jemaah Haji Bondowoso 2026 Siap Berangkat, Kuota Bertambah dan Semua Persiapan Rampung

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono. (Foto JatimUPdate.id)
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono. (Foto JatimUPdate.id)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Sebanyak 916 jemaah calon haji (JCH) asal Bondowoso dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji 2026.

Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 902 jemaah seiring penyesuaian kuota secara nasional.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono, menjelaskan bahwa penambahan kuota merupakan dampak perubahan kebijakan pemerintah pusat yang kini menggunakan sistem daftar tunggu (waiting list) secara nasional.

“Secara keseluruhan Jawa Timur mendapat tambahan sekitar 7.000 jemaah. Bondowoso yang semula 902 kini menjadi 916 jemaah,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut bersifat final. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang batal berangkat, pihaknya juga menyiapkan jemaah cadangan sekitar 40 persen dari total kuota.

“Jika ada kursi kosong, penggantinya mengikuti urutan daftar tunggu tingkat provinsi. Artinya, tidak harus dari Bondowoso,” jelasnya.

Astono menambahkan, seluruh proses administrasi jemaah telah rampung 100 persen, mulai dari pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), pengurusan paspor dan visa, hingga pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, pembagian koper haji kepada seluruh jemaah juga telah dilakukan. Dengan demikian, jemaah kini tinggal menunggu jadwal keberangkatan.

Sebanyak 916 jemaah calon haji Bondowoso dijadwalkan berangkat dalam tiga kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Juanda Surabaya.

Kloter 85 dan 86 akan berangkat dari Bondowoso pada 12 Mei 2026 menuju Asrama Haji Surabaya, kemudian diterbangkan ke Makkah pada 13 Mei. Sementara Kloter 87 berangkat pada 13 Mei dan akan terbang ke Makkah pada 14 Mei 2026.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran proses pemberangkatan, termasuk kesiapan transportasi, akomodasi, dan pelayanan di embarkasi.

Dengan seluruh persiapan yang telah rampung, jemaah diimbau menjaga kondisi kesehatan serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci. (ries/yh)