Jember, JatimUPdate.id, – Kekuasaan kerap dipahami sebatas ruang kewenangan dan jabatan. Namun dalam praktiknya, ia juga menyimpan dimensi lain yang tidak kalah penting: amanah, etika, dan tanggung jawab moral terhadap publik.
Dari titik inilah Korps Alumni Universitas Jember (KAUJE) Koordinator Daerah (Korda) Jember akan menggelar bedah buku berjudul “Kekuasaan yang Menolong: Gagasan, Sikap, dan Refleksi Seorang Wakil Rakyat” karya M. Sarmuji, Sabtu (9/5/2026) besok.
Kegiatan ini tidak hanya diposisikan sebagai ruang membaca karya, tetapi juga sebagai ruang membaca ulang makna kekuasaan itu sendiri—apakah ia sekadar instrumen politik, atau benar-benar hadir sebagai sarana untuk menolong kepentingan masyarakat luas.
Dalam forum tersebut, KAUJE Jember menghadirkan tiga narasumber lintas perspektif.
Prof. Zainuri akan mengulas dari sisi ekonomi dan kebijakan publik, Prof. Abd. Halim menyoroti dimensi etika dan moral dalam praktik kekuasaan, sementara Lutfil Hakim memberikan perspektif media sekaligus pembacaan dari sudut kepentingan publik.
Baca juga: Ungkap Keluhan Peternak Telur Blitar, Sarmuji : Harga Jatuh Terus
Perbedaan latar belakang ini diharapkan menghadirkan percakapan yang lebih utuh dan berlapis, tidak hanya membedah isi buku sebagai teks, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial dan praktik kekuasaan dalam kehidupan berbangsa.
Kegiatan akan digelar pada Sabtu, (9/05/2026) pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Cikiluks Fried Chicken Coffee & Ice Cream.
Panitia menyampaikan bahwa kuota peserta terbatas. Masyarakat, akademisi, hingga praktisi yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat melakukan pendaftaran melalui tautan berikut:
https://bit.ly/BedahBukuMYM
Baca juga: Pesan Prof Taruna Ikrar untuk Kader HMI saat Dies Natalis ke -79
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Novan (085853168505) dan Imron (087740861589).
Melalui forum ini, KAUJE Jember berharap ruang diskusi yang terbangun tidak berhenti pada perbincangan buku semata, tetapi juga menjadi cara untuk merawat nalar publik tentang kekuasaan—bahwa ia pada hakikatnya adalah amanah yang ukurannya bukan pada besarnya kewenangan, melainkan pada sejauh mana ia menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat