Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan mengaku prihatin terkait kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 12 sekolah TK hingga SMP di Surabaya.
Akibat keracunan tersebut sekitar 200 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Baca juga: Bineka Pushbike Indonesia Kenalkan Balance Bike untuk Anak di Surabaya
Johari mendesak Pemkot bersama stakeholder melakukan penanganan bagi siswa yang terdampak.
Pun memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Kejadian ini tentu sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sepele,” kata Johari kepada awak media, Senin (11/5).
Baca juga: Zulhas Kobarkan Semangat PAN Jatim: Target Tiga Besar di Pemilu 2029
Johari mendesak dugaan keracunan tersebut dilakukan investigasi proses penyediaan dan distribusi MBG tersebut.
Mulai kualitas bahan baku, proses pengolahan, higienitas dapur hingga mekanisme distribusi.
“Kami mendukung program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Namun pengawasan kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai niat baik justru membahayakan kesehatan siswa,” tegasnya.
Baca juga: Pansus Banjir Surabaya: Saluran Lingkungan Harus Jadi Tanggung Jawab Kelurahan dan Kecamatan
Maka dari itu, Johari meminta adanya transparansi hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi terbuka kepada masyarakat.
"Agar publik mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," beber Johari Mustawan. (Roy).
Editor : Miftahul Rachman