Pakar Unesa Sebut Surabaya Vaganza Punya Nilai Positif, Tapi Ingatkan Prinsip Kehati-hatian Fiskal

Reporter : Ibrahim
Surabaya Vaganza 2026, dok humas Pemkot

Surabaya,JatimUPdate.id - Pakar Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menganggap event Surabaya Vaganza 2026 tetap memiliki sisi nilai positif.

Sebab papar Bimo kegiatan tersebut dapat menghadirkan multiplier effect bagi ekonomi lokal, utamanya bagi pelaku UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha masyarakat kecil.

Baca juga: Surabaya Vaganza 2026, Fathoni Dorong Pemkot Perbanyak Event

"Dari sudut pandang saya secara pribadi tetap memiliki sisi positif," kata Bimo, kepada Jatimupdate.id, Senin (18/5).

Bimo menegaskan, event seperti Surabaya Vaganza juga penting menjaga optimisme publik di tengah ekonomi yang sedang tidak menentu.

Kendati begitu, Bimo mengingatkan Pemkot harus mengedepankan prinsip kehatian-hatian di tengah instruksi efisiensi anggaran.

Pun melemahnya atau anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Pemkot perlu mengedepankan prinsip kehati-hatian fiskal juga sensitivitas sosial," sergah Bimo.

Baca juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan hingga Strategi Geopolitik Nasional

Maka dari itu, Bimo menekankan event seremonial yang digelar Pemkot ke depannya dipastikan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Selain itu Bimo juga mendorong setiap kegiatan seremonial tersebut tidak cuma menunjukkan kemeriahan semata.

"Harus dipastikan benar-benar memberi dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat," beber Bimo.

Baca juga: Menata Kota Jangan Menghapus Penghidupan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersyukur, acara tahunan yang menjadi kebanggaan Arek-arek Suroboyo ini secara resmi terdaftar dalam KEN 2026. 

Menurutnya, antusiasme warga mengikuti acara dari tahun ke tahun semakin bertambah. 

“Luar biasa, di luar ekspektasi kami, karena tadi saya lihat ada yang dari mancanegara, ada yang dari Jember, Probolinggo, Semarang dan ada yang dari luar Jawa. Ini menunjukkan bahwa ini sangat antusias warga menunggu Surabaya Vaganza, dan ini menggerakkan betul okupansi hotel yang naik,” ujarnya. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru