Rawat Toleransi, AMPG DKI Jaga Kesucian Gereja Bersejarah Usia 3 Abad

Reporter : Shofa
AMPG DKI

Jakarta, JatimUPdate.id - Angkatan Muda Partai Golkar DKI Jakarta menggelar aksi sosial bersih-bersih rumah ibadah di Gereja Sion, gereja bersejarah yang telah berdiri lebih dari tiga abad di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

Kegiatan bertajuk “AMPG DKI Jakarta Berdaya: Bersih-Bersih Rumah Ibadah” itu mengusung tema “Rawat Rumah Ibadah, Rawat Toleransi” dan berlangsung pada Rabu (19/5/2026).

Baca juga: Golkar Perkuat Sekolah Swasta Gratis demi Pendidikan Inklusif di Jakarta

Gereja Sion dipilih karena merupakan gereja tertua di Jakarta yang berdiri sejak 1695 serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional berdasarkan SK Mendikbud RI dan SK Gubernur DKI Jakarta.

Wakil Ketua Bidang Keagamaan PD AMPG DKI Jakarta, Imam Maksum Amrullah, mengatakan aksi sosial tersebut menjadi simbol penghormatan lintas agama sekaligus bentuk nyata menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Aksi sosial ini sejalan dengan semangat untuk saling mengenal dan menghormati. Gerakan ini menjadi bukti komitmen kami menjaga rumah ibadah dan merawat keutuhan antarumat beragama dalam bingkai persatuan Indonesia,” ujar Imam.

Baca juga: Judistira Harmawan: Jakarta Harus Siap Kelola Sampah Mandiri 2030

Menurutnya, menjaga kebersihan rumah ibadah lintas keyakinan merupakan bagian dari kedewasaan beragama dan implementasi nilai toleransi di tengah masyarakat majemuk Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat PD AMPG DKI Jakarta, Rusherlambang Sumargo, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian sosial generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.

“Dalam semangat kebersamaan dan pengabdian, kami melaksanakan bersih-bersih gereja bersejarah ini sebagai bentuk kepedulian sosial serta komitmen nyata AMPG dalam menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.

Baca juga: Santuni Yatim Piatu, AMPG DKI Tebar Nilai Kepedulian Ramadan

Bendahara PD AMPG DKI Jakarta, Prihady Utomo, menambahkan aksi gotong royong di rumah ibadah bersejarah itu juga menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan nilai kemanusiaan.

Ia menilai toleransi tidak cukup hanya disampaikan lewat narasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mempererat hubungan antarumat beragama (red)
 
 
 
 

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru