Dau, Malang, JatimUPdate.id - Pemerintah Kecamatan DAU beserta Tim Pendamping Profesional Kecamatan DAU Kabupaten Malang melakukan monitoring Program Ketahanan Pangan di desa Sumbersekar Kecamatan DAU Kabupaten Malang (25/5/2026)
Baca juga: Praktik Baik Pemanfaatan Dana Desa, Pemdes Sumput buat Terobosan Lahan Rawa Ke Lahan Produktif.
Beberapa Tahun Terakhir Desa seantero negeri disibukkan dengan Program ketahanan Pangan dalam Rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo.
Tak luput pula Dukungan yang diberikan Bumdes Sekar Abadi Desa Sumbersekar Kecamatan DAU Kabupaten Malang terhadap Asta Cita Presiden yang begitu sangat nampak jelas seperti yang di sampaikan Direktur bumdes Sekar abadi desa Sumbersekar Farid Kurniawan.
Farid menyatakan bahwa unit usaha Ketahanan Pangan terdiri dari ketahanan pangan nabati : jeruk Siem madu dan keprok 55 berikut Ketahanan pangan hewani yang konsentrasinya pada pembesaran domba.
"Momentum Idul Adha 1447 H dibulan Tahun ini tentu menjadi penentu sejauh mana program ketahanan pangan hewani berdasarkan dengan kebutuhan masyarakat desa, bahwa 81 ekor kambing yang kami pelihara (pembesaran) dengan melibatkan masyarakat desa per hari ini terjual ludes semuanya dengan harga beli Rp1.200.000 dan harga jual Rp1.500.000 (kambing gibas), dengan lama memelihara 3,5 bulan," ungkap Farid.
Sementara itu Kades Sumbersekar Ririn Catur Kurniasasi berharap bahwa program Ketapang (Ketahanan Pangan) ini harus Lebih baik dan maju sehingga bisa memberikan sumbangsih terhadap PAdes.
Baca juga: Musyawarah Desa Wadung Bahas Rencana Pembangunan 2027 dan Evaluasi Program Tahun 2026
"Tahun depan harus dimaksimalkan dan memberikan PADes yang lebih besar dan bisa memberdayakan masyarakat desa lebih banyak," kata Kades Sumbersekar.
Lebih jauh Kades Sumbersekar menyatakan tentunya dengan kemunculan Permendes 16 tahun 2025 tentang petunjuk operasional atas fokus penggunaan dana desa tahun 2026, Pemdes akan mensupport kembali atas program ketahanan pangan tersebut.
"Untuk proyeksi kadepan Pemdes menganggarkan sebesar 50 juta yang akan diperuntukkan khusus untuk kegiatan hidroponik," ungkap pengakuan kades Sumbersekar
Baca juga: RDS Desa Karangnongko Perkuat Sinergi Kader untuk Cegah Masalah Kesehatan Ibu dan Anak
Koordinator pendamping Desa kecamatan DAU Abdul Azis berharap adanya sinergitas Program ketahanan pangan Desa dengan program MBG
"Dan tentunya pula Kami menyambut baik Pengembangan kegiatan Ketapang dengan fokus usaha hidroponik yang rencananya akan bergerak disayur selada dan sawi dalam rangka merespon kebutuhan program MBG, yang kami tahu dipasaran harga Selada perKG sangat menggembirakan bisa mencapai 50an rbu/kg, dengan masa tanam-panen mencapai 30-35 hari," tuturnya. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat