Jakarta, JatimUPdate.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan Desa Inovasi.
Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Siti Zuhro dalam kegiatan BRIN Goes to Village di Jakarta, Kamis, (04/06/2026) menjelaskan konsep tersebut dirancang sebagai model pembangunan yang terintegrasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: BRIN Goes to Villages Digelar Hari Ini, Empat Menteri Bahas Strategi Wujudkan Desa Mandiri
Siti Zuhro yang Alumnus Fisipol Universitas Jember itu menegaskan bahwa visi utama dari proyek ini adalah penguatan nilai-nilai peradaban yang harus dimulai dengan membangun kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), bukan sekadar memoles infrastruktur.
"Jadi, yang dipentingkan bukan membangun infrastruktur fisik seperti itu, tapi lebih pada SDM. Karena memang mimpi besar kita, Republik Indonesia, dengan Hari Kemerdekaan yang ke-81 pada Agustus ini, kita itu membangun peradaban, bukan membangun fisik gedungnya bagus, tapi manusianya memble," kata Siti Zuhro atau biasa dipanggil Mbak Wiwieq sebagaimana dikutip Redaksi JatimUPdate.id dari LKBH Antaranews.com pada Jumat (05/06/2026).
Melalui kehadiran Desa Inovasi, Mbak Wiwieq yang Alumnus Dotoral dari Australia itu menyebutkan BRIN ingin mengubah paradigma pembangunan di level akar rumput agar program yang berjalan tidak melulu berbasis dana atau bantuan sosial, melainkan mampu memicu kreativitas dan kemandirian masyarakat.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan konsep Desa Inovasi dibangun di atas lima pilar utama, yaitu Smart and Innovative Society, Smart and Innovative Economy, Smart and Innovative Governance, Smart and Innovative Living and Environment, serta Smart and Innovative Heritage. Kelima pilar tersebut dirancang untuk menciptakan transformasi pembangunan desa yang menyeluruh dan berkelanjutan.
"Melalui program Desa Inovasi, BRIN ingin memastikan bahwa hasil riset hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Arif.
Menanggapi hal ini, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan pembangunan desa merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka penguatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Ia menilai kelima pilar yang dimiliki pada inisiatif Desa Inovasi sejalan dengan 12 aksi bangun desa yang dicanangkan oleh Kemendes PDT.
"Kalau (kolaborasi) ini yang kita lakukan, kolaborasi ini untuk memastikan Indonesia emas tahun 2045 itu bisa on the track," ucap Yandri Susanto.
Secara khusus Yandri mengungkapkan bahwa Kemendesa PDT akan terus berupaya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo yang itu diimplementasikan melalui 12 Langkah strategis Kementrian Desa PDT.
Baca juga: Pergantian Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
"Asta Cita Ke-6 menjadikan Kemendesa PDT sebagai ujung tombak Membangun Desa, Membangun Indonesia menuju Indonesia 2045. Kemendesa akan berupaya keras memberdayakan dan membangun desa menjadi sejahtera dan mandiri, tentunya berkolaborasi dan bersinergi dengan sejumlah pihak," ungkap Yandri.
Sedikitnya Kementrian Desa telah melakukan 70 nota kesepakatan dengan berbagai pihak termasuk wujudnya acara dengan BRIN saat ini.
"Kemendesa PDT mengapresiasi langkah BRIN dengan tema BRIN Go To Village dalam rangka mewujudkan Inovasi menuju kemandirian Desa, kolaborasi yang dibangun BRIN ini tentu akan mempercepat kemandirian seluruh desa-desa di Indonesia," tegas Mendes.
Desa Tematik, Desa Ekspor Dan 59 Negara
Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan pihaknya tengah berupaya menjaga kesinambungan program ketahanan pangan desa guna mengarahkan potensi Desa menjadi Desa Tematik dan bila di bina serta dipercayakan mengarah ke aktivitas ekspor.
"Sudah banyak Desa yang berkualifikasi sebagai Desa Ekspor dengan komoditas yang dipasarkan ke luar negeri seperti di Blitar dengan ketipungnya dan di Pacitan dengan produk gula aren. Kedepan akan semakin diperbanyak Desa Tematik dan Desa Ekspor ini," ungkapnya.
Baca juga: Mendes PDT Yandri Susanto, Dorong Optimalisasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan.
Saat ini, Kemendes telah melakukan kesepakatan dengan 59 negara sebagai tujuan Ekspor komoditas desa-desa Indonesia.
"BRIN dengan inovasi teknologinya akan memberikan kekuatan bagi Desa guna produk unggulannya bisa diterima di pasar luar negeri," tegas Yandri.
Acara BRIN Go To Village ini dihadiri sejumlah stakeholder yang terkait dengan pemberdayaan dan penguatan masyarakat desa, diantaranya peneliti, akademisi, Kepala Daerah, kepala desa, pegiat dan pendamping desa, wartawan, seniman, pegat lingkungan hidup serta para alumni Universitas terkemuka diantaranya KAUJE. (sof/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat