Bogor, JatimUPdate.id – Direktur Bank Sampah Kumpul Mutiara, Indah Purwaningsih, mengungkapkan bahwa sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata mampu menghasilkan tabungan hingga jutaan rupiah bagi warga. Fakta tersebut disampaikan saat Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026).
Menurut Indah, keberadaan Bank Sampah Kumpul Mutiara lahir dari keresahan warga terhadap persoalan sampah yang menumpuk di lingkungan perumahan. Kondisi tersebut semakin mengganggu karena pengangkutan sampah hanya dilakukan satu kali dalam sepekan sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Baca juga: Warga Bogor Antusias, Bank Sampah Kumpul Mutiara Resmi Diluncurkan
“Dalam momen ini kami ingin memberitahukan bahwa sampah itu punya nilai ekonomi. Terbukti dari nasabah kami yang mengumpulkan sampah hingga menjadi tabungan sampai jutaan rupiah,” kata Indah.
Ia menjelaskan, Bank Sampah Mutiara telah berdiri sejak empat tahun lalu dan hingga kini tetap aktif melakukan pengelolaan sampah secara rutin. Saat ini, jumlah nasabah aktif telah mencapai sekitar 60 orang yang secara konsisten menyetorkan sampah untuk ditabung.
Awalnya, kegiatan bank sampah hanya berfokus pada pemilahan dan pengelolaan sampah anorganik. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai inovasi mulai dikembangkan bersama para pengurus dan relawan yang terlibat.
Indah menyebutkan, kini Bank Sampah Kumpul Mutiara tidak hanya mengelola sampah kering, tetapi juga memproduksi berbagai produk bernilai tambah seperti pot karakter, komposter, pupuk cair, hingga pupuk kering. Inovasi tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Awalnya kami hanya berkonsentrasi pada sampah kering saja. Sekarang kami sudah melebarkan sayap dengan berbagai inovasi yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Jangkauan Bank Sampah Kumpul Mutiara pun terus berkembang. Jika semula hanya melayani warga di lingkungan RK 02, kini program tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah lain hingga tingkat RW dan perumahan sekitar yang tertarik bergabung.
Indah mengapresiasi seluruh pengurus dan warga yang selama ini aktif berpartisipasi dalam gerakan pengelolaan sampah. Menurutnya, keberhasilan bank sampah tidak hanya diukur dari jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah.
“Harapan kami, lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman. Yang terpenting, masyarakat mulai memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah kotor, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya (red)
Editor : Redaksi